Rancangan revitalisasi TIM. Foto: Istimewa
Rancangan revitalisasi TIM. Foto: Istimewa

Desain Awal Revitalisasi TIM Tanpa Hotel

Nasional transisi taman ismail marzuki
Medcom • 27 November 2019 14:56
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengaku telah berkomunikasi dengan seniman terkait revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Keterlibatan seniman ini bahkan diklaim sudah dimulai sebelum peletakan batu pertama revitalisasi TIM pada 3 Juli 2019.
 
Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo Hani Sumarno menyebut komunikasi sudah berbentuk dialog, diskusi, focus group discussion, serta musyawarah.
 
"Sampai kemudian hadir narasi untuk mengoptimalisasi adanya wisma TIM di atasnya (Pusat Dokumentasi HB Jassin-red)," ujar Hani saat dikonfirmasi Medcom.id, Rabu, 27 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Desain awal revitalisasi yang disiapkan arsitek tidak dilengkapi penginapan. Namun, penginapan seniman muncul dari hasil diskusi untuk kepentingan membangun ekosistem sebuah kawasan kebudayaan.
 
Dia menyebut penginapan ini dihadirkan untuk mengakomodasi kenyamanan dan optimalisasi fungsi kompleks TIM sebagai pusat kesenian. Pemprov DKI dan Jakpro, lanjut dia, tidak mungkin melewatkan opini seniman dalam revitalisasi TIM.
 
"Sampai 3 juli 2019 itu ground breaking, semuanya sudah satu hati. Semua lancar dan semua dalam bingkai kolaborasi. Jadi kami sekarang setelah hal itu kan fokus untuk ke konstruksi, persiapan-persiapan, sharing, dan sebagainya," kata Hani.
 
Penolakan seniman dalam pembangunan Wisma TIM disebut Hani dinamika dalam revitalisasi TIM.
 
"Di awal 2019, dari awal, juga udah dihadirkan (wacana Wisma). Jadi tidak ada yang baru sebetulnya," pungkas Hani. (Dhiandra Mugni)
 

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif