Apel Operasi Zebra 2019. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Apel Operasi Zebra 2019. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Kapolda Metro Minta Petugas Operasi Zebra Taat Aturan

Nasional operasi zebra
Candra Yuri Nuralam • 23 Oktober 2019 09:36
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengimbau jajarannya melakukan penindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) selama Operasi Zebra 2019. Dia tidak ingin anggota Polantas tidak tertib.
 
"Tanda pemeriksaan harus ada, jangan sampai masyarakat lihat tidak ada tanda-tanda pemeriksaan," kata Gatot saat memimpin apel kesiapan Operasi Zebra 2019 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Gatot mengingatkan palang tanda razia harus ditempatkan dengan jarak yang sudah ditentukan sehingga masyarakat bisa melihat operasi. Dia tidak ingin palang tanda membuat masyarakat kaget.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini tidak bagus, bisa jadi nanti masyarakat kaget terus jatuh," tutur Gatot.
 
Gatot juga meminta jajarannya tidak mendahulukan emosi saat menindak pelanggar. Dia meminta jajarannya tegas menindak pengemudi melanggar hukum.
 
"Kedepankan langkah humanis dan simpatik kepada siapa pun yang dilakukan langkah hukum," ujar Gatot.
 
Anggota gabungan Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan juga diminta kompakmelaksanakan Operasi Zebra 2019. Gatot tidak ingin anggota berkubu-kubu lantaran berbeda divisi.
 
Namun, Gatot menegaskan anggota menindak sesuai kapasitas. Dia tak ingin muncul kemungkinan masyarakat berkelit bila penindakan dilakukan di luar kewenangan masing-masing petugas.
 
"Jangan hanya apel di sini ada TNI, Polisi, Dishub, Pol PP tapi setelah itu lakukan kegiatannya sendiri, saya perintahkan Ditlantas secara gabungan. Ketika melakukan tindakan hukum sesuai kewenangan masing-masing," tutur Gatot.
 
Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menerjunkan 2.380 personel gabungan melaksanakan Operasi Zebra Jaya. Operasi ini dilakukan mulai 23 Oktober sampai 5 November 2019.
 
Sejumlah tindakan menjadi target operasi, yakni pelanggar yang melawan arus, pelanggar yang tidak memiliki surat izin, dan pelanggar yang kelengkapan kendaraannya tidak lengkap.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif