Ilustrasi macet Jakarta - MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi macet Jakarta - MI/Pius Erlangga.

Penerapan Ganjil Genap Versi Asian Games Tunggu Anies

Nasional macet jakarta sistem ganjil genap
Media Indonesia • 12 Juli 2019 15:53
Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum bisa memutuskan penerapan kembali sistem pembatasan kendaraan roda empat berbasis nomor kendaraan ganjil dan genap. Pembahasan kebijakan menunggu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
 
"Ya belum diputuskan. Masih menunggu beliau," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi Media Indonesia, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Anies terbang ke Kolombia untuk menjadi pembicara di World Cities Mayors Summit pada 9 Juli. Agenda luar negerinya berlanjut ke forum pertemuan USINDO Luncheon yang akan diselenggarakan di Washington D.C, Amerika Serikat (AS). Anies direncanakan kembali ke Jakarta pada 18 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syafrin menambahkan pihaknya belum menerima hasil evaluasi penerapan sistem ganjil genap triwulan kedua tahun ini. Evaluasi tersebut dibuat oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
 
(Baca juga:Polda Metro Dukung Penerapan Ganjil Genap Seperti Asian Games)
 
Sebelumnya, BPTJ mengirimkan surat berisi usulan agar Pemprov DKI menerapkan kembali sistem ganjil genap yang dilakukan selama berlangsungnya Asian Games 2018. Saat itu penerapan dilakukan selama sebulan.
 
"Kami belum menerima hasil evaluasinya karena tidak ada dalam lampiran surat tersebut," imbuh Syafrin.
 
BPTJ mengusulkan pengembalian ganjil genap versi Asian Games 2018. Sistem ganjil genap pada masa itu paling efektif untuk mengurangi kemacetan. Ganjil genap versi Asian Games 2018 dilangsungkan selama 15 jam sejak pukul 06.00-21.00 Sementara pada ganjil genap waktu normal atau yang biasa diterapkan yakni pukul 06.00-10.00 dan pukul 16.00-20.00.
 
BPTJ mengungkapkan dalam evaluasi ganjil genap selama Asian Games 2018 kecepatan kendaraan bertambah hingga rata-rata 44 km/jam dan volume kendaraan dibandingkan dengan kapasitas jalan berkurang hingga 20%.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif