medcom.id, Jakarta: DPRD DKI mendukung rencana PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengirim tenaga masinis untuk belajar ke Malaysia. Dukungan itu datang dari Komisi B yang membawahkan transportasi.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Yusriah Dzinun mengatakan pelatihan bagi masinis MRT perlu dilakukan karena mereka sebagai pelaksana di lapangan.
"Kita wajib mendukung tersedianya tenaga kerja profesional untuk pelatihan masinis. Masinis penting karena mereka yang bakal mengoperasikan kereta di lapangan," ujar Yusriah seusai menggelar rapat pembahasan Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2017 dengan badan usaha milik daerah, kemarin.
Yusriah mengungkapkan dalam rapat tersebut Direktur Utama PT MRT William Sabandar menuturkan, dari Rp4,2 triliun penyertaan modal Pemprov DKI, sebesar Rp220 miliar digunakan untuk capital expenditure, beban operasional dan administrasi, promosi, serta training dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Untuk pengembangan SDM, salah satunya dengan mengirim tenaga masinis ke luar negeri. "Jadi pengiriman masinis ke luar negeri sudah disiapkan dananya."
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/zNAjlL2b" allowfullscreen></iframe>
medcom.id, Jakarta: DPRD DKI mendukung rencana PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengirim tenaga masinis untuk belajar ke Malaysia. Dukungan itu datang dari Komisi B yang membawahkan transportasi.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Yusriah Dzinun mengatakan pelatihan bagi masinis MRT perlu dilakukan karena mereka sebagai pelaksana di lapangan.
"Kita wajib mendukung tersedianya tenaga kerja profesional untuk pelatihan masinis. Masinis penting karena mereka yang bakal mengoperasikan kereta di lapangan," ujar Yusriah seusai menggelar rapat pembahasan Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2017 dengan badan usaha milik daerah, kemarin.
Yusriah mengungkapkan dalam rapat tersebut Direktur Utama PT MRT William Sabandar menuturkan, dari Rp4,2 triliun penyertaan modal Pemprov DKI, sebesar Rp220 miliar digunakan untuk capital expenditure, beban operasional dan administrasi, promosi, serta training dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Untuk pengembangan SDM, salah satunya dengan mengirim tenaga masinis ke luar negeri. "Jadi pengiriman masinis ke luar negeri sudah disiapkan dananya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)