medcom.id, Jakarta: Warga yang ingin memberikan KTP dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sekarang tidak perlu repot datang ke posko atau sekretariat Teman Ahok. GoAhok, layanan berbasis aplikasi, siap menjemput KTP dukungan di wilayah Jakarta.
Adalah Partai Solidaritas Indonesia yang menginisiasi layanan GoAhok. Ketua DPC PSI DKI Jakarta Sumardi mengatakan, banyak warga yang ingin memberikan salinan KTP dukungan, tapi tidak ada waktu ke posko atau sekretariat Teman Ahok.
"GoAhok hadir untuk memudahkan proses itu," kata Sumardi di Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (31/3/2016).
Layanan GoAhok siap menjemput KTP dukungan untuk Ahok di 2 ribu titik. Foto: MTVN/Nur Azizah
Masyarakat bisa mengunduh aplikasi GoAhok di Google Play Store atau di Apple Apps Store. Layanan ini bisa digunakan secara gratis setiap hari.
Ketua DPP PSI Novarini menjamin salinan KTP dukungan untuk Ahok yang dibawa GoAhok tidak digunakan untuk kepentingan PSI. KTP dukungan akan dimasukkan ke amplop cokelat yang dibawa pengemudi GoAhok dan disegel.
"Kami segel dan akan ada tanda tangan warganya juga. Jadi, tidak mungkin dibuka dan kami salahgunakan," ujar Novarini.
Novarini optimistis, cara ini bisa mengejar target pengumpulan KTP dukungan untuk Ahok hingga akhir Juli.
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id"><p lang="in" dir="ltr">Terimakasih atas dukungan dan solidaritas <a href="https://twitter.com/psi_id">@psi_id</a> kepada gerakan 1 juta KTP untuk Ahok-Heru <a href="https://twitter.com/hashtag/GoAHOK_1JutaKTP?src=hash">#GoAHOK_1JutaKTP</a> <a href="https://t.co/xkMarOdyNV">pic.twitter.com/xkMarOdyNV</a></p>— Teman Ahok (@temanAhok) <a href="https://twitter.com/temanAhok/status/715458787142815744">31 Maret 2016</a></blockquote>
<script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
Pengemudi GoAhok sebanyak 100 wanita. Mereka siap menjemput KTP di 2 ribu titik setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
"Waktu kerjanya kan aman. Kalau pun nanti suatu saat ada sesuatu, PSI yang akan jamin," kata Novarini.
Rata-rata pengemudi GoAhok adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Novarini menuturkan, mereka punya harapan sama, yakni ingin Ahok-Heru Budi Hartono ikut Pilkada 2017.
PSI masih membuka peluang bagi wanita yang ingin menjadi pengemudi GoAhok. Syaratnya, harus memiliki kendaraan dan SIM.
medcom.id, Jakarta: Warga yang ingin memberikan KTP dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sekarang tidak perlu repot datang ke posko atau sekretariat Teman Ahok. GoAhok, layanan berbasis aplikasi, siap menjemput KTP dukungan di wilayah Jakarta.
Adalah Partai Solidaritas Indonesia yang menginisiasi layanan GoAhok. Ketua DPC PSI DKI Jakarta Sumardi mengatakan, banyak warga yang ingin memberikan salinan KTP dukungan, tapi tidak ada waktu ke posko atau sekretariat Teman Ahok.
"GoAhok hadir untuk memudahkan proses itu," kata Sumardi di Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (31/3/2016).
Layanan GoAhok siap menjemput KTP dukungan untuk Ahok di 2 ribu titik. Foto: MTVN/Nur Azizah
Masyarakat bisa mengunduh aplikasi GoAhok di Google Play Store atau di Apple Apps Store. Layanan ini bisa digunakan secara gratis setiap hari.
Ketua DPP PSI Novarini menjamin salinan KTP dukungan untuk Ahok yang dibawa GoAhok tidak digunakan untuk kepentingan PSI. KTP dukungan akan dimasukkan ke amplop cokelat yang dibawa pengemudi GoAhok dan disegel.
"Kami segel dan akan ada tanda tangan warganya juga. Jadi, tidak mungkin dibuka dan kami salahgunakan," ujar Novarini.
Novarini optimistis, cara ini bisa mengejar target pengumpulan KTP dukungan untuk Ahok hingga akhir Juli.
Pengemudi GoAhok sebanyak 100 wanita. Mereka siap menjemput KTP di 2 ribu titik setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
"Waktu kerjanya kan aman. Kalau pun nanti suatu saat ada sesuatu, PSI yang akan jamin," kata Novarini.
Rata-rata pengemudi GoAhok adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Novarini menuturkan, mereka punya harapan sama, yakni ingin Ahok-Heru Budi Hartono ikut Pilkada 2017.
PSI masih membuka peluang bagi wanita yang ingin menjadi pengemudi GoAhok. Syaratnya, harus memiliki kendaraan dan SIM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)