Ilustrasi Jakarta. Foto: Dok Medcom.
Ilustrasi Jakarta. Foto: Dok Medcom.

Wagub DKI Ajak Warga Kelola Air Limbah Rumah Tangga

Antara • 20 Februari 2022 00:18
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengajak warga mengelola air limbah rumah tangga dengan baik. Hal ini demi mengurangi pencemaran lingkungan.
 
"Jika air limbah tidak diolah, seluruh perairan bisa tercemar. Karena itu, air limbah harus diolah sebelum dibuang ke saluran untuk menjaga kualitas air," kata Riza Patria melalui akun instagram @arizapatria di Jakarta, Sabtu, 19 Februari 2022.
 
Air limbah terbagi menjadi dua. Pertama, limbah nonkakus seperti air bekas aktivitas mencuci dan mandi. Apabila limbah nonkakus langsung dibuang ke saluran air, kata dia, dapat mencemari sungai, waduk hingga laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, limbah kakus yang berasal dari toilet dan umumnya ditampung dalam tangki septik. Apabila tidak diolah dengan benar, limbah kakus ini dapat mencemari lingkungan tanah dan air tanah dengan bakteri e-coli. 
 
Pengolahan air limbah domestik yang benar yakni ditampung dan diolah di instalasi pengolahan air limbah. Selain itu, rutin dilakukan penyedotan lumpur. Kemudian, lumpur diangkut dan diolah pada instalasi pengolahan lumpur tinja.
 
Baca: Berkurang, Pasien Wisma Atlet Kemayoran Jadi 3.624 Orang
 
Laporan pemantauan kualitas lingkungan air sungai DKI Jakarta 2019 mencatat mutu air sungai secara keseluruhan mengalami degradasi berdasarkan perhitungan indeks pencemaran (IP). Contohnya, daerah aliran sungai (DAS) Sentiong berstatus tercemar berat selama 2019.
 
Sementara itu, status mutu air sungai pada DAS Ciliwung tercemar berat mencapai 96 persen pada periode tiga pemantauan selama 2019. Namun, pada periode pemantauan terakhir, terjadi penurunan signifikan mencapai 32 persen menjadi tercemar sedang.
 
Sungai di Jakarta pada periode ketiga 2019 diperoleh persentase tertinggi untuk jumlah lokasi pemantauan dengan status mutu air cemar berat sebesar 98 persen. Namun, pada periode terakhir terlihat mengalami penurunan 21 persen.
 
Lokasi yang mengalami perbaikan status mutu air ialah beberapa titik pantau di Sungai Ciliwung, Sepak, Krukut, Kalibaru Barat, Kalibaru Timur, Banjir Kanal Timur (BKT), Cideng, Mampang, Tarum Barat, Kamal, dan Pesanggrahan. Perbaikan status mutu ini umumnya dikarenakan penurunan yang cukup signifikan pada konsentrasi bakteri koli tinja atau bakteri koli.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif