Penghuni Kolong Tol Wiyoto-Wiyono Kebanyakan Pendatang

Sunnaholomi Halakrispen 27 April 2018 07:00 WIB
penggusuran luar batang
Penghuni Kolong Tol Wiyoto-Wiyono Kebanyakan Pendatang
Pemukiman liar di kolong tol Wiyoto-Wiyono -- Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Pakpahan
Jakarta: Kolong Tol Wiyoto-Wiyono, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, masih menjadi tempat pemukiman liar. Hampir separuh dari penghuni kolong merupakan pendatang atau berasal dari luar DKI Jakarta.

"Ada sekitar 300-an orang sepanjang kolong Tol ini, dari Muara Karang sampai UBM (Universitas Bunda Mulia)," ujar Simon Satel selaku Ketua RW 16, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, kepada Medcom.id di lokasi, Kamis, 26 April 2018.

Menurut Simon ratusan warga itu telah bermukim di kolong tol sejak enam tahun lalu. Kebanyakan penghuni  tidak memiliki KTP DKI Jakarta.


"Sebagian ada yang punya KTP DKI. Tapi yang lain, 100-an lah warganya, mereka dari luar Jakarta," imbuh Simon.

Pendatang tersebut lanjutnya kebanyakan berasal dari Jakarta, yaitu dari Jawa, Bogor, Betawi, Serang, dan Madura. Mereka sengaja menetap di kolong tol lantaran tidak dipungut biaya.

Rata-rata, mereka berprofesi sebagai pemulung yang mencari dan menjual limbah pabrik atau limbah perumahan.

"Mereka buka usaha lapak besi, lapal kayu, lapak plastik, pemulung juga ada kan. Narik odong-odong, kuli nyuci, kerjanya serabutan. Mungut-mungut sampah, kumpulin sedikit-sedikit terus dijual. Lumayan lah," tuturnya.

Hingga kini, mereka dibiarkan bermukim di kolong tol selama tidak melakukan hal negatif seperti merusak fasilitas jembatan tol yang masih menjadi atap rumah mereka.

 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id