Jakarta: Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendorong orang tua siswa ikut mengawasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Dengan begitu, klaster covid-19 sekolah bisa dicegah seminimal mungkin.
“Orang tua murid tidak bisa lepas tangan dan harus berupaya bersama pihak sekolah untuk menekan risiko penularan virus pada anak,” kata Anggara dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 September 2021.
Anggara mengatakan pelajar termasuk kelompok berisiko terpapar covid-19. Hal ini khususnya bagi siswa di bawah 12 tahun lantaran belum dapat divaksinasi.
“Risiko penularan akan selalu ada sehingga kita tidak boleh lengah dan mengabaikan risiko tersebut,” ujar dia.
Baca: Pelacakan Kontak Langsung Dilakukan Bila Ditemukan Klaster PTM
Menurut dia, perang orang tua penting untuk memastikan kondisi anaknya. Pasalnya, PTM di sekolah hanya tiga jam, sedangkan sisanya beraktivitas di luar sekolah.
“Protokol kesehatan (prokes) harus dipastikan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di dalam rumah dan sepanjang perjalanan menuju sekolah,” papar dia.
Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mesti sigap bila klaster covid-19 ditemukan di sekolah. Bahkan, Pemprov perlu mempertimbangkan kemungkinan menunda PTM tahap II yang rencananya dimulai pada Senin, 27 September 2021.
“Sekolah juga harus menyiapkan tenaga dan mekanismenya agar kesehatan anak terus terjaga,” ucap Anggara.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan