medcom.id, Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal mengklaim, polisi mengantongi nama-nama yang berpotensi bakal memprovokasi warga Kalijodo untuk menolak penggusuran. Nama-nama itu bahkan bisa jadi mengajak warga untuk melakukan tindak anarkistis.
"Kami sudah identifikasi nama-nama, tokoh-tokoh masyarakat yang disinyalir menolak. Kita akan melakukan pendekatan membantu Pemprov DKI," ungkap Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/2/2016).
Sejumlah langkah awal penertiban, kata Iqbal, bakal dilakukan pihak kepolisian. Antara lain, dengan melakukan operasi kepolisian yang rutin di kawasan yang masuk wilayah administrasi Penjaringan Jakarta Utara dan Tambora Jakarta Barat itu.
"Untuk menekan gangguan keamanan di situ. Kita tahu bersama di situ banyak kejadian yang berujung tindakan kriminalitas," jelas Iqbal.
Sebelumnya, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah meneliti kawasan prostitusi Kalijodo. Ahok, sapaan Basuki, menyatakan sudah mengantongi para 'pemain' di Kalijodo.
"Saya sudah tahu siapa pemainnya. Saya identifikasi bosnya mana, yang cuma mengaku preman mana," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 12 Februari.
Kawasan Kalijodo sudah terkenal sejak 1950-an. Kawasan ini terkenal sebagai tempat pelacuran dan praktik perjudian. Ahok curiga, 'pemain' di Kalijodo tak sendiri. Ada pihak lain yang turut terlibat, lantaran kawasan tersebut juga diduga jadi tempat perjudian.
medcom.id, Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal mengklaim, polisi mengantongi nama-nama yang berpotensi bakal memprovokasi warga Kalijodo untuk menolak penggusuran. Nama-nama itu bahkan bisa jadi mengajak warga untuk melakukan tindak anarkistis.
"Kami sudah identifikasi nama-nama, tokoh-tokoh masyarakat yang disinyalir menolak. Kita akan melakukan pendekatan membantu Pemprov DKI," ungkap Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/2/2016).
Sejumlah langkah awal penertiban, kata Iqbal, bakal dilakukan pihak kepolisian. Antara lain, dengan melakukan operasi kepolisian yang rutin di kawasan yang masuk wilayah administrasi Penjaringan Jakarta Utara dan Tambora Jakarta Barat itu.
"Untuk menekan gangguan keamanan di situ. Kita tahu bersama di situ banyak kejadian yang berujung tindakan kriminalitas," jelas Iqbal.
Sebelumnya, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah meneliti kawasan prostitusi Kalijodo. Ahok, sapaan Basuki, menyatakan sudah mengantongi para 'pemain' di Kalijodo.
"Saya sudah tahu siapa pemainnya. Saya identifikasi bosnya mana, yang cuma mengaku preman mana," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 12 Februari.
Kawasan Kalijodo sudah terkenal sejak 1950-an. Kawasan ini terkenal sebagai tempat pelacuran dan praktik perjudian. Ahok curiga, 'pemain' di Kalijodo tak sendiri. Ada pihak lain yang turut terlibat, lantaran kawasan tersebut juga diduga jadi tempat perjudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)