Ilustrasi- Odong-odong. MI/Andry Widyanto.
Ilustrasi- Odong-odong. MI/Andry Widyanto.

Larangan Odong-odong Telah Disosialisasikan Sejak Agustus

Nasional lalulintas
Sri Yanti Nainggolan • 28 Oktober 2019 19:34
Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo telah menyosialisasikan larangan odong-odong sejak Agustus 2019. Pelarangan tak dilakukan tiba-tiba.
 
"Setelah lebih kurang dua bulan kemarin kita lakukan sosialisasi, kita inventarisasi, nah sekarang sudah masuk dalam tahapan penegakan hukum," kata Syafrin di Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Larangan telah dilakukukan di wilayah Jakarta timur. Dua odong-odong yang berkeliaran di jalan raya disetop. Petugas juga memberikan pemahaman kepada pengemudi odong-odong itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tadi saya sampaikan bahwa mereka kita larang untuk beroperasi di jalan raya, karena ini akan berdampak pada aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pengguna jalan tersebut," terang dia.
 
Syafrin tak melarang odong-odong beroperasi di jalan perkampungan. Keberadaan odong-odong itu bisa membantu wisata di perkampungan.
 
"Yang kita dorong itu," kata dia.
 
Odong-odong yang disetop akan dibawa ke pool milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengemudi pun akan mendapatkan sanksi pidana kurungan 2 bulan atau denda maksimal Rp500 ribu, sesuai pelanggaran pengoperasian roda empat atau lebih.
 
Syafrin mengatakan odong-odong sangat membahayakan penumpang. Odong-odong tak memiliki standar keamanan kendaraan. Selain itu, odong-odong kerap tak dilengkapi sistem keamanan dan mesin berstandar. Sehingga, bisa membahayakan penumpang dan pengguna jalan.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif