Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. DOK Istimewa
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza. DOK Istimewa

Wagub DKI Minta Kelebihan Bayar Mobil Damkar Rp6,5 Miliar Dikembalikan ke Negara

Kautsar Widya Prabowo • 15 April 2021 09:56
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menegaskan kelebihan bayar Rp6,5 miliar dalam pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) pada APBD 2019, harus dikembalikan ke kas negara. Hal itu sesuai ketentuan dan peraraturan.
 
"Yang penting kita akan cek apa yang menjadi penyebab, besarnya, kenapa, dan gimana, ada kekurangan di mana," ujar Ariza di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 14 April 2021.
 
Ariza mengatakan pengecekan keseluruhan proses pengadaan mobil damkar menjadi evaluasi bersama. Sehingga, kejadian serupa bisa dicegah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang paling penting supaya menjadi evaluasi kita ke depan agar tidak terjadi lagi," kata dia.
 
Selain itu, Inspektorat DKI telah diperintahkan mendalami kasus tersebut. Inspektorat bahkan sudah meminta keterangan kepada Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI.
 
"(Hasilnya) nanti disampaikan oleh Inspektorat dan dinas terkait," kata dia.
 
Baca: Melebihi Harga Pasar, Perencanaan Pembelian Mobil Damkar DKI Dianggap Buruk
 
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI menemukan beberapa permasalahan dalam pengadaan mobil damkar di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI pada APBD 2019. Pembelian mobil itu lebih mahal Rp6,5 miliar dari harga pasar.
 
BPK mencatat indikasi kerugian daerah Rp6,52 miliar dihitung dari harga kontrak dengan harga riil untuk empat item berbeda. Detail harganya, antara lain submersible Rp761,67 juta, quick response Rp3,48 miliar, penanggulangan kebakaran pada sarana transportasi kebakaran pada sarana transportasi massal (robot LUF 60) Rp844,19 juta, dan material kebakaran (robot MVF-5) Rp1,43 miliar.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif