NEWSTICKER
Ilustrasi Balai Kota. Foto: Medcom/Candra Yuri Nuralam
Ilustrasi Balai Kota. Foto: Medcom/Candra Yuri Nuralam

DKI Siapkan Skenario Hadapi Lonjakan Pasien Korona

Nasional dki jakarta Virus Korona
Antara • 24 Maret 2020 21:23
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan beberapa opsi dan skenario penanganan jika terjadi lonjakan pasien positif terjangkit virus korona (covid-19) di Ibu Kota. Rencana kebijakan ini disebut telah dikoordinasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Presiden Joko Widodo.
 
"DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Jakarta Selasa, 24 Maret 2020.
 
Skenario dimaksud yang membagi tiga kelompok pasien yang terindikasi positif korona. Kelompok pertama yakni pasien korona yang parah/kritis sebesar delapan persen, kelompok kedua kategori berat sebesar 12 persen, dan terakhir kelompok pasien korona kategori ringan sebesar 80 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Alat Rapid Test Milik DKI Berbeda dengan Pemerintah Pusat
 
Widyastuti mengatakan dua kelompok pertama yang berjumah 20 persen harus diprioritaskan penanganannya. Mereka membutuhkan fasilitas kesehatan lengkap seperti ventilator, bantuan oksigen, peralatan medis yang intensif. Kelompok ini harus ditangani dilevel intensive care unit (ICU) dan instalasi gawat darurat (IGD).
 
"Yang 80 persen gejalanya ringan sehingga bisa menggunakan fasilitas yang relatif minim termasuk ke Wisma Atlet atau RS (rumah sakit) lain," ujarnya.
 
Widyastuti menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan seluruh pihak. Termasuk, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), masyarakat, dan pemerintah pusat mengenai skenario penanganan covid-19 di Jakarta.
 
"Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda dan Satgas Nasional terutama terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet ketika ke depan berhadapan dengan kasus-kasus yang ada," tuturnya.
 
Total pasien positif covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 377 orang hingga Selasa, 24 Maret 2020. Pasien sembuh sebanyak 23 orang, dan meninggal sebanyak 32 orang. Jumlah yang menjalani self isolation di rumah sebanyak 97 orang, dan masih dalam perawatan sebanyak 225 orang.
 
Sedangkan, untuk yang masih menunggu hasil laboratorium berjumlah 445 orang. Tenaga kesehatan yang terinfeksi sebanyak 44 orang dan tersebar di 22 Rumah Sakit. Satu tenaga kesehatan di antaranya meninggal.
 
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jakarta sebanyak 1.730 orang. Rinciannya, 444 orang masih dipantau, dan 1.286 orang sudah selesai dipantau. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yaitu 800 orang, dengan rincian 529 orang masih dirawat di RS, 271 sudah pulang dan dinyatakan sehat.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif