Narkoba dan Kejahatan Jalanan Saling Berkaitan
Tersangka berinisial JE diperlihatkan ke media oleh Kepolisian Resort Bogor dalam gelar perkara perampokan taksi online di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta: Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyebut ada kaitan erat antara narkoba dengan kejahatan jalanan. Salah satu kasus yang baru-baru ini terungkap adalah perampokan penumpang taksi daring yang dilakukan oleh pengemudi.

Sebelum itu, ada pula pengguna narkoba yang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan. Modusnya, mencuri senjata aparat untuk merampok.

"Penjambretan, curanmor dengan senjata api, bahkan kasus taksi daring kemarin dari tiga tersangka satu di antaranya yang tewas saat penangkapan pernah menjadi tahanan narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada 2007. Artinya dia residivis narkoba," ungkapnya, dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 27 April 2018.


Dari kasus-kasus tersebut Hengki menyimpulkan bahwa sebagian besar pelaku kejahatan jalanan sebelum melakukan aksinya berada di bawah pengaruh narkoba.

Dugaan polisi, para pelaku memang terdesak untuk membeli narkoba lantaran kadung kecanduan. Melakukan kejahatan adalah salah satu langkah mudah mendapatkan uang agar candu akan narkoba bisa terpenuhi.

"Kecanduan narkoba sehingga melakukan kejahatan menjadi bahan analisis kami selanjutnya," kata Hengki,

Belajar dari sejumlah kasus kekerasan yang ditangani, ada beberapa poin yang perlu menjadi perhatian masyarakat sebelum menggunakan jasa taksi daring yang dipesan melalui aplikasi.

Pastikan profil pengemudi, detil kendaraan, sampai dengan pemesanan, sama antara aplikasi dengan yang datang. Kebanyakan kasus kejahatan di dalam taksi daring, antara pemesanan dengan taksi yang datang tidak sama.

"Kalau perlu di-screen capture, kirimkan ke orang terdekat supaya terpantau," imbau dia.

Selain itu, sebelum masuk pastikan tidak ada orang lain di dalam taksi selain pengemudi. Cek kembali apakah pintu mobil menggunakan central lock atau tidak. Jika ya, patut diduga ada niat jahat.

Tips lain, jangan sungkan meminta kepada pengemudi apabila untuk menggeser spion jika posisi spion tepat mengarah pada penumpang.

"Terakhir, lihat jalurnya apabila di luar kebiasaan patut waspada. Aktifkan GPS (global positioning system) agar tahu kita berada di jalur yang benar," jelasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id