Holywings. Foto: IG Holywings.
Holywings. Foto: IG Holywings.

Holywings Pecat 6 Tersangka Kasus Promosi Berbau SARA

Antara • 29 Juni 2022 21:36
Jakarta: Manajemen Holywings menyebut enam karyawan yang ditetapkan sebagai tersangka terkait promosi minuman beralkohol gratis bernuansa SARA telah dipecat. Manajemen pun lepas tangan terkait kasus hukum mereka.
 
"Manajemen Holywings melakukan tindakan tegas dengan sanksi pemecatan dan menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum kepada kepolisian untuk menjalankan prosesnya sesuai undang-undang," kata General Manager Operations Holywings, Yuli Setiawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 29 Juni 2022.
 
Keenam pegawai Holywings yang dijadikan tersangka yakni direktur kreatif, ketua tim promosi, pembuat desain promosi, admin media sosial, staf media sosial, serta admin tim promosi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yuli menyatakan manajemen tidak mengetahui materi promo tersebut termasuk yang keluar di media sosial. Manajemen baru mengetahui setelah promosi tersebut muncul di media sosial.
 
"Jadi memang pada hari itu, tanggal 23 Juni, dari pihak manajemen sangat terkaget-kaget, kenapa yang dimunculkan nama itu, Muhammad dan Maria," kata Yuli.
 

Baca: Karyawan Holywings Dirumahkan Mulai Juli


Setelah mendapat banyak aduan, pihak manajemen langsung meminta agar unggahan tersebut dihapus. Ia mengeklaim pihaknya tidak pernah menamai minuman atau botol dengan nama-nama tertentu.
 
Yuli menyatakan manajemen Holywings berjanji lebih teliti dan cermat terkait promosi termasuk di sosial media agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
 
Sebelumnya, unggahan promosi minuman beralkohol dari Holywings memicu kontroversi usai viral di media sosial. Dalam promosi itu disebutkan bahwa mereka yang bernama Muhamad dan Maria bisa mendapatkan satu botol minuman beralkohol gratis setiap Kamis dengan syarat membawa kartu identitas.
 
Kepolisian telah menetapkan enam staf Holywings sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 16 Ayat 1 dan 2 UU ITE, Pasal 156 a KUHP, Pasal 28 Ayat 2 UU ITE, dan Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif