Ilustrasi--Lokasi pembangunan Stadion BMW, Sunter, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi--Lokasi pembangunan Stadion BMW, Sunter, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Pemprov DKI Ajukan Banding Kasus Stadion BMW

Nasional stadion bmw
Nur Azizah • 15 Mei 2019 13:39
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta berencana mengajukan banding, terkait putusan Pengadilan Tata Usaha Negara atas tuntutan PT Buana Permata Hijau. Berdasarkan Putusan Nomor 282/g/2018/PTUN-JKT, sertifikat lahan stadion Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa (BMW) yang dimiliki Pemprov DKI cacat hukum dan prosedur.
 
"Banding. Hari ini pernyataan banding," kata Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhana di DPRD DKI Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Kendati akan mengajukan banding, Yayan menjamin proses tersebut tidak akan mengganggu proses pembangunan. Apalagi, lanjut dia, dalam putusan tersebut tidak ada perintah untuk menunda pembangunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak (ganggu pembangunan) karena kalau PTUN kan sifatnya administrasi penerbitan. Di putusan juga tidak ada penetapan penundaan. Amar putusannya tidak ada amar putusan penundaan," ungkap dia.
 
Baca: Anies Sebut Ada Penjegal Pembangunan Stadion Persija
 
Yayan menyebut, segala sesuatu yang berkaitan dengan tata usaha negara masih sah sebelum inkrah. "Selama itu belum inkrah putusan dianggap benar. Pelaksanaan terkait putusan itu bisa kita kerjakan," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Majelis hakim telah mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau dengan membatalkan sertifikat Hak Pakai Nomor 314/Kelurahan Panggango dan sertifikat Hak Pakai Nomor 315/Kelurahan Panggango (lahan pakai BMW). Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa penerbitan Keda sertifikat tersebut terbukti cacat hukum baik secara prosedur dan substansi.
 
Akibat putusan tersebut, PT Buana Permata Hijau meminta Pemprov DKI untuk menghentikan proses pembangunan stadion BMW. Kuasa hukum PT Buana Permata Hijau Damianus H.Renjaan pun meminta Pemprov DKI menghormati putusan PTUN.
 
"Pemprov DKI harus menghormati hak PT Buana Permata Hijau atas hak lahan tersebut," pungkas Damianus.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif