medcom.id, Jakarta: Sebanyak 26 Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bendungan Melayu, RW 01 Kelurahan Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara, ditertibkan petugas Satpol PP. Rencana, penertiban dilakukan pada semua lapak PKL, yang jumlah kurang lebih 250 lapak di sepanjang jalan Bendungan Melayu.
Korlap Satpol PP Kecamatan Koja, Yasin Muhtadin, mengatakan penertiban kali ini bukan kali pertama, karena sebelumnya pada April lalu pihaknya sudah melakukan penertiban. "Tetapi faktanya kan kembali berjualan, padahal sudah kita lakukan penertiban sebelumnya," kata Yasin di Jakarta, Jumat (1/8/2014).
Menurut Yasin, pihaknya sengaja memakai waktu liburan agar menghindar dari banyak bentrok dengan para pedagang di lapangan. "Ini kan masih mudik jadi pasti akan relatif mudah dan lancar. Namun kita himbau juga untuk yang masih berdagang agar segera meninggalkan tempat karena kita akan lanjutkan penertiban ini," bebernya.
Untuk melakukan penertiban, kali ini pihaknya menerjunkan sebanyak 100 personil. Dan 26 lapak yang ditertibkan memang kosong karena ditinggal mudik para pemiliknya. "Besok Senin kita akan lanjutkan lagi. kali ini kita masih menyasar yang kosong saja dulu, tetapi untuk selanjutnya ya tentu saja semua," tegas Yasin.
Menanggapi rencana penertiban besar-besaran pada Senin 4 Agustus mendatang, salah seorang PKL, Safrudin (45), mengaku keberatan. Dirinya yang berdagang kue pancong sejak 10 tahun lalu, berharap dilakukan penataan bukan penertiban. "Kalau bisa kita ditata saja. Karena kalau ditertibkan dari sini dan direlokasi saya khawatir pendapatan kita minim," pungkasnya.
medcom.id, Jakarta: Sebanyak 26 Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Bendungan Melayu, RW 01 Kelurahan Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara, ditertibkan petugas Satpol PP. Rencana, penertiban dilakukan pada semua lapak PKL, yang jumlah kurang lebih 250 lapak di sepanjang jalan Bendungan Melayu.
Korlap Satpol PP Kecamatan Koja, Yasin Muhtadin, mengatakan penertiban kali ini bukan kali pertama, karena sebelumnya pada April lalu pihaknya sudah melakukan penertiban. "Tetapi faktanya kan kembali berjualan, padahal sudah kita lakukan penertiban sebelumnya," kata Yasin di Jakarta, Jumat (1/8/2014).
Menurut Yasin, pihaknya sengaja memakai waktu liburan agar menghindar dari banyak bentrok dengan para pedagang di lapangan. "Ini kan masih mudik jadi pasti akan relatif mudah dan lancar. Namun kita himbau juga untuk yang masih berdagang agar segera meninggalkan tempat karena kita akan lanjutkan penertiban ini," bebernya.
Untuk melakukan penertiban, kali ini pihaknya menerjunkan sebanyak 100 personil. Dan 26 lapak yang ditertibkan memang kosong karena ditinggal mudik para pemiliknya. "Besok Senin kita akan lanjutkan lagi. kali ini kita masih menyasar yang kosong saja dulu, tetapi untuk selanjutnya ya tentu saja semua," tegas Yasin.
Menanggapi rencana penertiban besar-besaran pada Senin 4 Agustus mendatang, salah seorang PKL, Safrudin (45), mengaku keberatan. Dirinya yang berdagang kue pancong sejak 10 tahun lalu, berharap dilakukan penataan bukan penertiban. "Kalau bisa kita ditata saja. Karena kalau ditertibkan dari sini dan direlokasi saya khawatir pendapatan kita minim," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)