Warga berlibur di RPTRA Kalijodo, Jakarta. Foto: MI/Galih
Warga berlibur di RPTRA Kalijodo, Jakarta. Foto: MI/Galih

Alasan Pemprov DKI Hentikan Proyek RPTRA

Nasional ruang terbuka hijau rptra
Nur Azizah • 05 Maret 2018 17:09
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghentikan pembangunan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) tahun ini. Alasannya, keterbatasan lahan dan sulitnya membebaskan lahan di Ibu Kota.
 
Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan, pihaknya kesulitan mencari lahan di Ibu Kota. Lagi pula, kata dia, tak setiap kelurahan harus memiliki RPTRA.
 
"Kita upayakan tahun ini terakhir karena cari lahan susah. Enggak harus semua kelurahan ter-cover semua, kan bisa numpang-numpang ke yang lain," kata Agustino di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 5 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alasan Pemprov DKI Hentikan Proyek RPTRA
 
Baca: Menilik Potensi Perumahan dan Ruang Terbuka Hijau di Ibu Kota
 
Andaikan harus membebaskan lahan, Agustino enggan melakukannya. Sebab, prosesnya panjang dan rumit. "Kalau untuk pembebasan lahan saya enggak mau. Itu mesti izin sama DPRD juga," katanya.
 
Tahun ini rencananya Pemprov DKI Jakarta bakal membangun 47 RPTRA. Sementara tahun lalu, sebanyak 290 RPTRA telah dibangun. "Jumlah RPTRA sudah ideal karena sudah melewati target. Sudah merata (pembangunannya)," ujarnya.
 
Agustino tak mempermasalahkan pihak swasta yang ingin membangun RPTRA. Namun, kata dia, anggaran APBD untuk RPTRA berakhir di 2018. "Kalau ada pengembang ingin bangun sebanyak-banyaknya (RPTRA) silakan," kata dia.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif