Ada empat kolam renang di dalam Stadion Aquatic Senayan. Antara Foto/Sigid Kurniawan
Ada empat kolam renang di dalam Stadion Aquatic Senayan. Antara Foto/Sigid Kurniawan

Kolam Renang Terkeren Se-ASEAN ada di Senayan

Nasional gbk
Rizkie Fauzian • 15 Januari 2018 17:02
Jakarta: Kompleks kolam renang di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kini punya tampilan baru yang bergaya retro. Hasil kerja keras tim renovasi juga menjadikannya sebagai Stadion Aquatic terbesar dan paling keren di seluruh Asia Tenggara.
 
Demikian penilaian OCA (Olympic Council of Asia) terhadap hasil renovasi Stadion Aquatic Senayan oleh tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Gedung kompleks kolam renang ini akan menjadi lokasi penyelenggaraan cabang olahraga aquatic Asian Games 2018 bersama Stadion Aquatic Jakabaring, Palembang.
 
Berdasar hasil pemeriksaan sebelum renovasi dimulainya pada Agustus 2016, bangunan yang dibangun pada 1962 itu banyak kekurangannya. Kolam renang utamanya kurang dalam, kurang lebar dan kurang panjang. Padahal sesuai standart internasional panjangnya harus 50 meter dan berukuran 25 x 21 meter untuk loncat indah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maka fokus renovasi adalah memperbaiki spesifikasi agar sesuaikan standart dunia. Hasilnya dimensi kolam utama pertandingan menjadi 51,20 m x 25 m x 3. Perluasan juga dilakukan untuk kolam polo air (50 m x 25 m x 3 m), kolam loncat indah (21 m x 25 m x 5 m) dan kolam pemanasan (20 m x 50 m x 1,4-2 m).
 
Kolam Renang Terkeren Se-ASEAN ada di Senayan
 
Selain itu ada tambahan atap untuk gedung yang sebelumnya tanpa atap tersebut. Atap yang membentang sepanjang 83,6 meter itu memungkinkan angin menerobos masuk untuk sirkulasi udara, tapi mampu mempertahankan suhu air kolam di 26 derajat celcius yang menjadi standart dunia.
 
"Desain atap seperti riak air yang ujungnya meruncing ke atas. Maksudnya agar nantinya prestasi setiap atletnya terus naik," ujar Andra Martin, arsitek yang dipercaya sebagai desainer proyek renovasi Stadion Aquatic, Senayan.
 
Detail keren lainnya adalah tambahan fitur ramah difabel, baik penonton dan perenang yang mobilitasnya dibantu kursi roda. Ada ramp untuk akses masuk hingga ke semua tribunnya dan areal 'parkir' dengan daya tampung 250 kursi roda.
 
Proyek renovasi yang diperkirakan menelan biaya Rp 274 miliar ini tidak sia-sia. Kolam Renang Gelora Bung Karno (GBK) ini juga telah memperoleh sertifikasi dari Federasi Akuatik Dunia (FINA) pada Oktober 2017. Maka kompetisi renang kelas dunia khusus difabel bisa diselenggarakan di Senayan.
 
Stadion hoki
 
Sertifikasi dunia juga telah dikantongi lapangan hoki Gelora Bung Karno, Senayan. Sertifikat dari International Hockey Federation (FIH) itu diterimakan pada 17 Mei 2017.
 
Renovasi lapangan hoki agar memenuhi standar dunia jauh lebih sederhana karena statusnya bukan cagar budaya. Berbeda dengan Stadion Aquatic, Stadion Atletik, Istana Olahraga (Istora) dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang merupakan cagar budaya sehingga banyak detail bangunannya yang harus dipertahankan keasliannya.



 

(LHE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif