Pemprov DKI Diminta Pikir Ulang Lepas Saham Bir

Intan Yunelia 29 April 2018 15:26 WIB
Penjualan saham PT Delta
Pemprov DKI Diminta Pikir Ulang Lepas Saham Bir
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi saat diwawancara oleh Media Indonesia di rumah dinasnya, Jakarta, Kamis (10/12/2015). Foto: MI/Arya Manggala
Jakarta: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengkaji ulang rencana melepas saham di PT Delta Djakarta Tbk. Pasalnya, pemasukan yang diterima dari perusahaan bir itu sangat besar.

“Kita nanti akan mengkaji ulang lagi ya, karena bukan apa-apa ini ibu kota," kata Prasetyo di Tambora, Jakarta Barat, Minggu, 29 April 2018.

Prasetyo mengatakan, pihaknya akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mambahas masalah pelepasan saham ini. 


"Kita akan panggil (Anies) dulu. Karena ini  pemasukan yang paling besar juga," ucap dia.

Baca: Saham DKI di Perusahaan Bir di Tangan Anies

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebelumnya masih bimbang melepas saham PT Delta. Tahun lalu, deviden yang diberikan perusahaan minuman beralkohol itu sekitar Rp40 miliar.

"Ini yang lagi dilakukan kajian. Seperti kajiannya, kan dividennya Rp40 sampai Rp50 miliar, sedangkan nilai perusahaannya mungkin, portofolio DKI nilainya Rp1 triliun hingga RP1,5 triliun, misalnya. Itu kan kalau kita lihat perlu 30, 35, sampai 40 tahun untuk merecover," kata Sandi di Grand Sahid, Jakarta Pusat, Kamis 26 April 2018.

Belum lagi bicara soal time value of money. Menurut dia, perlu kajian untuk memastikan melepaskan saham bir atau mempertahankannya.




(AZF)