Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. (Foto:MI/Arya Manggala)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti. (Foto:MI/Arya Manggala)

Kombes Krishna Murti Pernah Ditodong Pistol di Kalijodo

K. Yudha Wirakusuma • 11 Februari 2016 14:21
medcom.id, Jakarta: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Krishna Murti pernah ditodong pistol pada 2002. Pelakunya salah satu preman di Kalijodo, Jakarta Utara.
 
"Masih menggenggam pistol, saya langsung memerintahkan pelaku menyerahkan pistol itu. Namun, bukannya takut, Bedul malah balik menggertak," kata Krishna seperti tertuang dalam bukunya, Geger Kalijodo.
 
Bedul, tambah Krishna, mengancam semua orang tak mendekatinya. Matanya merah, tanda dia murka. Situasi menegang. Bedul jadi pusat perhatian warga. "Jika pelatuk itu ditarik, tamat juga riwayat saya," kata Krishna yang saat itu menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan.

Menurut Krishna, ketegangan di Kalijodo kala itu dipicu perseteruan dua kelompok. Persisnya, malam hari pada 22 Januari 2002. "Saya ini Kapolsek. Jika kamu tembak saya, saya mati tidak masalah karena saya sedang bertugas demi bangsa dan negara. Namun, kalau saya mati Anda semua akan habis!” Krishna tak mau kalah gertak.
 
Ajaib, Bedul agak melunak. Dia lalu menurunkan pistolnya. “Saya tahu bapak Kapolsek, tapi saya minta bapak jangan ambil senjata saya,” Bedul berkata lirih.
 
Cerita Krishna adalah lakon 14 tahun silam. Dan, kini Kalijodo kembali menegang. Tapi, sekarang yang punya lakon Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama. Dia ingin Kalijodo rata dengan tanah.
 
Tekad Ahok berangkat dari insiden Toyota Fortuner maut di Daan Mogot, Jakarta Barat. Kecelakaan menewaskan empat orang. Riki, sopir Toyota Fortuner, belakangan diketahui mengantuk usai menegak minuman beralkohol di Kalijodo.  
 
Ahok hendak menyulap Kalijodo menjadi kawasan hijau. Bukan hanya itu, penggusuran juga untuk memberangus prostitusi dan peredaran minuman keras di sana.
 
Warga Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, mengancam akan mengerahkan sejumlah preman, jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menggusur permukiman mereka.
 
"Preman sini juga pasti bantu. Panglimanya masih bertengger ya susah mau digusur juga. Mereka pasti ngamuk," kata Usman, juru parkir, kepada Metrotvnews.com, Rabu 10 Februari.
 
Menurut dia, jumlah preman di kawasan Kalijodo cukup banyak. Selain itu, kata dia, mereka juga sudah tidak asing lagi dengan aksi bentrok dengan aparat.
 
Ahok tak gentar dengan tantangan Warga Kalijodo, dia menegaskan tidak takut dengan preman yang diduga akan melawan upaya pemerintah menggusur Kalijodo.
 
"Mana ada sih negara kalah sama preman?," kata Ahok, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 11 Februari.
 
Orang nomor satu di Jakarta ini berseloroh siap mengirimkan tank ke Kalijodo. Namun, ketika dikonfirmasi Ahok sebenarnya tak bermaksud mengirimkan tank. Dia mengatakan pernyataan tersebut adalah sebuah perumpamaan, yang menandakan keseriusannya untuk meratakan Kalijodo.
 
"Enggak lah. Kan dia (menantang) mesti pakai tank. Ya, kalau pakai tank, saya pakai perumpamaan pakai tank juga," tandas Ahok.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan