Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise usai deklarasi Stop Kekerasan Anak dan Perempuan. Foto: MTVN/Nur Azizah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise usai deklarasi Stop Kekerasan Anak dan Perempuan. Foto: MTVN/Nur Azizah

Menteri Yohana: PSK di Kalijodo Harus Dibina

Nur Azizah • 14 Februari 2016 11:09
medcom.id, Jakarta: Komitmen Pemda DKI Jakarta untuk menertibkan kawasan Kalijodo, Jakarta Utara mendapat dukungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. Yohana mengaku akan membantu kaum perempuan yang terlibat prostitusi di Kalijodo.
 
Dia mengatakan, para perempuan yang bekerja sebagai PSK di Kalijodo perlu dibina dan diberikan pekerjaan lain. Ia melanjutkan, jika para PSK sudah diberi keahlian dan pekerjaan, penertiban dengan mudah dilakukan.
 
"Kami akan mencontoh seperti penutupan prostitusi di Papua. Nanti kami beri uang juga untuk buka usaha," ujar Yohana di acara deklarasi 'Akhiri Kekerasan Perempuan dan Anak Stop Perdagagan Orang' di Plaza Barat Gelora Bung karno, Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2016).

Pihaknya akan berkordinasi dengan beberapa kementerian untuk membahas nasib PSK di Kalijodo. Menurut Yohana, pembahasan Kalijodo menjadi pembahasan serius yang harus dibahas bersama.
 
"Kami akan melindungi perempuan di sana. Nanti kami akan kerjasama dengan Kementerian Sosial agar mereka dibina dan diberi keahlian," kata Yohana.
 
Menteri Yohana: PSK di Kalijodo Harus Dibina
Warga Kalijodo melakukan aktivitas di kawasan lokalisasi Kalijodo, Jakarta, Jumat (12/2). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menata kawasan Kalijodo untuk di bangun taman kota atau Ruang Terbuka Hijau serta Stasiun Pengisian Bahan Gas (SPBG). Foto: Antara/Muhammad Adimaja
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertekad menggusur kawasan prostitusi Kalijodo, Pejagalan, Jakarta Utara. Ahok, sapaan Basuki, mengaku punya beberapa alasan untuk meratakan daerah tersebut.
 
Selain untuk memberantas prostitusi, alasan lainnya karena Kalijodo merupakan jalur hijau yang tak boleh dibangun permukiman.
 
Wacana penggusuran Kalijodo mencuat pekan ini. Pemicunya, insiden Toyota Fortuner yang menabrak pengendara motor dan menewaskan empat orang.
 
Hasil penyelidikan, Riki sang pengendara Fortuner, mengantuk setelah pesta minum bir di Kawasan Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat pada perayaan Imlek 2567, 8 Februari.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan