Warga Klijodo berkerumun melihat kedatangan petugas yang memberikan SP1. (Foto: MTVN/Wanda)
Warga Klijodo berkerumun melihat kedatangan petugas yang memberikan SP1. (Foto: MTVN/Wanda)

Ibu di Kalijodo Khawatir Suami dan Anaknya Jadi Rampok

Wanda Indana • 18 Februari 2016 12:40
medcom.id, Jakarta: Penertiban bangunan di kawasan Kaijodo membuat warga setempat kehilangan mata pencaharian. Mereka khawatir tingkat kejahatan di Jakarta meningkat karena banyak warga Kalijdo yang jadi perampok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
Warga bingung, tidak bisa berdagang, mengamen, menjadi juru parkir jika kawsan Kalijodo digusur. Rasa takut itu semakin jadi ketika Sekretaris Camat Penjaringan, Jakarta Barat dikawal puluhan aparat TNI Polri , mendatangi rumah warga memberikan Surat Peringatan Satu (SP1).
 
Warga terlihat risau. Mereka hanya bisa berkumpul membentuk kerumunan membahas nasib mereka ke depan. Kaum ibu di sana khawatir suami dan anak lakinya jadi perampok untuk memenuhi kebutuhan hidup.
 
"Anak saya makan apa ya nanti kalau digusur? Kenapa Ahok (Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama) enggak ke sini saja, lihat warganya, kenapa susah banget menemui warga," kata salah seorang ibu rumah tangga di kerumunan warga, Kamis (18/2/2016).
 
Warga lainnya berencana ingin menjadi pengemis untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, jika penghasilan dari mengamen kurang, dia akan menjadi pembegal.
 
"Kita ngamen saja kalau gitu. Kalau enggak ngamen, jadi perampok saja di jalan. Ini (Penggusuran) malah bikin banyak penjahat. Harusnya dikasih ganti rugi," timpal warga lainnya.
 
Mendengar ide itu, belasan warga lainnya yang ikut berkumpul tertawa terbahak-bahak. Raut wajah gelisah mereka sontak berubah menjadi wajah gembira. "Tapi ini serius. Kriminal makin tinggi," tambah warga lainnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan