Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). (Foto: MI/Immanuel)
Bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). (Foto: MI/Immanuel)

Ahok Berambisi Hapus APTB

LB Ciputri Hutabarat • 04 Januari 2016 14:24
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghapus Angkutan Perkotaan Terintegrasi Busway (APTB). Kebijakan itu bakal dilakukan jika operator APTB tidak  mau menerapkan tarif rupiah per kilometer.
 
"Kami maunya APTB tidak digunakan lagi. Nanti bus TransJakarta yang menggantikan. Semua mesti dibawah TransJakarta," kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2016).
 
Ahok optimistis masyarakat lebih memilih sistem rupiah per kilometer. Sebab, masyarakat di daerah peyangga lebih diuntungkan dengan tarif Rp3.500.
 
"Target kami orang tidak menggunakan sepeda motor. Bisa dibayangkan, sekarang kalau dari Bekasi atau Tangerang harus bayar Rp6 ribu-Rp8 ribu, terus bayar lagi Rp3.500 ketika naik TransJakarta. Ini yang membuat orang menggunakan sepeda motor," ujar Ahok.
 
Pemprov DKI akan membangun ratusan halte. Bus hanya berhenti di halte dan lebih tertib. Semua bus dipersilahkan masuk jalur busway dengan tarif datar Rp3.500 ke seluruh wilayah Jakarta.
 
"Seluruh jalur bus yang non TransJakarta, itu harus dikuasai oleh TransJakarta. Untuk halte tahun ini kita tambah dan kita sesuaikan," katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan