Petugas melihat reruntuhan rumah yang tertimbun tanah longsor di Perumahan Pesona Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. (Foto: MI/Pius Erlangga)
Petugas melihat reruntuhan rumah yang tertimbun tanah longsor di Perumahan Pesona Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. (Foto: MI/Pius Erlangga)

DKI Jakarta Antisipasi Potensi Pergerakan Tanah

Nasional pemprov dki pergerakan tanah
Antara • 10 Mei 2019 16:24
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkoordinasi dengan dinas terkait di semua wilayah ibu kota mengantisipasi potensi pergerakan tanah. Potensi kejadian seperti longsor dapat meningkat saat curah hujan tinggi.
 
"Kami menginformasikan ke wali kota wilayah terdampak di Jakarta Selatan dan Timur. Tapi wali kota lain juga kami beri tahu meski tidak terdampak. Begitu juga dengan SKPD seperti Dinas Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta M Ridwan, melansir Antara, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Koordinasi dilakukan dalam beberapa tahap. Salah satunya menginformasikan tentang kemungkinan pergerakan tanah dan langkah mitigasi bencana kepada masyarakat melalui dinas-dinas daerah masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, BPBD DKI mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi bencana tingkat menengah. Seperti kemungkinan pergerakan tanah saat curah hujan meningkat di beberapa wilayah di Jakarta Selatan dan Timur.
 
Baca juga:Hunian Sementara Warga Sukabumi Terdampak Pergerakan Tanah Disiapkan
 
Daerah yang memiliki potensi tersebut adalah Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Sedangkan wilayah Jakarta Timur mencakup Kramat Jati dan Pasar Rebo.
 
Menurut Ridwan, kecil kemungkinan potensi pergerakan tanah tersebut akan meningkat. Namun peluang itu tetap diantisipasi agar tak mengharuskan evakuasi bagi warga daerah terdampak.
 
"Tetapi kalau memang hujan deras sekali mau tidak mau akan kami evakuasi. Tapi selama ini tidak pernah sampai melakukan itu. Masyarakat sekarang kesadarannya sudah cukup tinggi, begitu dapat informasi ini mereka langsung melakukan langkah antisipasi," ujar dia.
 
Pada 2018, BPBD DKI mencatat terjadi 10 kejadian longsor yang mengakibatkan 32 orang mengungsi dan enam rumah mengalami rusak berat. Bencana longsor paling parah di Jakarta pada 2018 yang melanda daerah Kalisari, Pasar Rebo, yang terjadi akibat hujan deras.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif