Konferensi pers kasus penangkapan pengedar narkoba di Polres Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/ Jufriansyah.
Konferensi pers kasus penangkapan pengedar narkoba di Polres Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/ Jufriansyah.

Polres Metro Jakarta Selatan Amankan 5 Pengedar Narkoba

Nasional kasus narkoba
Jufriansyah • 19 November 2019 00:41
Jakarta: Polres Metro Jakarta selatan (Jaksel) mengamankan tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan ganja. Tersangka yang berhasil diamankan berjumlah lima orang yang dilakukan terpisah.
 
"Tiga orang tersangka RM, AS, RS pengedar sabu diamankan di Cilandak Jakarta Selatan," kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung di Polres Jakarta Selatan Senin 18 November 2019.
 
Setelah dilakukan pengembangan, Polres Jaksel menangkap tersangka pengedar sabu lainnya MR diwilayah Sukabumi, Jawa Barat pada 8 November 2019 sekitar pukul 21.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Barang bukti yang berhasil diamankan dari keempat tersangka sebesar 416 gram sabu senilai kurang lebih Rp374 juta dan satu timbangan digital.
 
Tersangka RM menerima uang 5juta Rupiah sebagai upah awal dan setelahnya dijanjikan akan diberikan tambahan lagi sebesar 5juta Rupiah.
 
"Sedangkan tersangka AS dan RS setelah menjalankan perintah RM menerima upah masing-masing Rp500 ribu dan Rp750 ribu dan upah pakai narkotika secara cuma-cuma," kata Vivick.
 
Setelah penangkapan empat orang tersangka pengedar sabu tersebut, anggota Polres Metro Jakarta Selatan kemudian menangkap tersangka RDH pengedar ganja Senin 18 November 2019 sekitar pukul 02.00 WIB di daerah Jagakarsa, Jaksel.
 
"Hasil pengembangan dilakukan penangkapan di Jagakarsa, mereka jaringan yang saling berkaitan, masing-masing tersangka saling tau dan merasa pekerjaanya menguntungkan," ujar Vivick
 
Dari tersangka RDH Polres Metro Jaksel mengamankan paket ganja yang dibungkus dengan cokelat wama coklat sebesar 811 gram dan satu bungkus kertas warna coklat yang berisikan narkotika jenis ganja sebesar 71 gram.
 
Menurut Vivick, para tersangka mengedarkan barang haram tersebut lembaga pemasyarakatan (Lapas).
 
"Jaringan lapas adalah hubungan transaksi disalah satu lapas di Jakarta dan Jabar (Jawa Barat)," ungkapnya.
 
Atas perbuatannya, keempat orang tersangka pengedar sabu dijerat pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Undang- Undang Republik indonesia No 35 tahun 2009 tentang narkotika dan terancam hukuman mati atau hukuman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup.
 
Sementara untuk tersangka RDH pengedar ganja dapat dikenakan Pasal 114 ayal 1 Sub Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkoba, dengan ancaman pidananya seumur hidup paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan penjara denda paling banyak Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif