medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama menduga ada oknum pemerintah yang mengamankan lokalisasi Kalijodo. Sebab, prilaku negatif yang terjadi di wilayah itu sudah terjadi sejak 1950-an.
"Kalau enggak ada (beking), enggak mungkin bisa bertahan begitu lama. Kalijodo ini uangnya besar," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
Ahok mengatakan, Kalijodo adalah kawasan dengan perputaran uang yang tak sedikit jumlahnya. Tidak heran jika ada oknum pemerintah mengamankan Kalijodo hingga saat ini.
"Ini bukan cuma prostitusi, kalau lihat sejarah, dari dulu ada perjudian. Perjudian itu yang kencang. Makanya kita pikir, kalau gitu selesaikan saja sekalian," ujar Ahok.
Kendati demikian, Ahok menampik dugaan terlibatnya oknum pemerintah jadi alasan penggusuran yang tertunda. Menurut, penggusuran tertunda lantaran fokus terhadap normalisasi aliran sungai Kanal Barat. "Kami tunda karena mau bersihkan pinggir sungai dan Waduk Pluit dulu," katanya
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama menduga ada oknum pemerintah yang mengamankan lokalisasi Kalijodo. Sebab, prilaku negatif yang terjadi di wilayah itu sudah terjadi sejak 1950-an.
"Kalau enggak ada (beking), enggak mungkin bisa bertahan begitu lama. Kalijodo ini uangnya besar," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
Ahok mengatakan, Kalijodo adalah kawasan dengan perputaran uang yang tak sedikit jumlahnya. Tidak heran jika ada oknum pemerintah mengamankan Kalijodo hingga saat ini.
"Ini bukan cuma prostitusi, kalau lihat sejarah, dari dulu ada perjudian. Perjudian itu yang kencang. Makanya kita pikir, kalau gitu selesaikan saja sekalian," ujar Ahok.
Kendati demikian, Ahok menampik dugaan terlibatnya oknum pemerintah jadi alasan penggusuran yang tertunda. Menurut, penggusuran tertunda lantaran fokus terhadap normalisasi aliran sungai Kanal Barat. "Kami tunda karena mau bersihkan pinggir sungai dan Waduk Pluit dulu," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)