Warga RW 06 Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, menolak pembangunan lokasi sementara (Loksem) kios JP 47 milik Suku Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (PPKUMKM). Medcom.id/Christian
Warga RW 06 Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, menolak pembangunan lokasi sementara (Loksem) kios JP 47 milik Suku Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (PPKUMKM). Medcom.id/Christian

Warga RW 06 Tolak Pembangunan Loksem JP 47 Milik Sudin PPKUMKM

Christian • 10 Desember 2022 09:21
Jakarta: Warga RW 06 Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, menolak pembangunan lokasi sementara (Loksem) kios JP 47 milik Suku Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (PPKUMKM) Jakarta Pusat. Keberadaan kios tersebut dinilai sangat merusak lingkungan.
 
"Kami warga tidak melarang adanya tempat jualan, namun tidak secara permanen (buat kios). Harusnya dagang secara mobile atau menggunakan gerobak," ucap Timothy Solihin,32 salah satu warga RW 06 kepada wartawan, Jumat Sabtu 9 Desember 2022.
 
Timothy memaparkan di lokasi tersebut terdapat taman yang biasa digunakan warga sekitar. Dia khawatir kawasan tersebut menjadi kotor jika dibangun loksem kios.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti lingkungan kami sudah pasti menjadi kotor, karena limbah sisa makanan di saluran, ditambah lagi akan banyak kendaraan parkir yang itu semua mengganggu warga," ujar dia. 
 
Timothy menuturkan permasalahan ini sudah didengar Komisi B DPRD DKI Jakarta. Dewan sudah memberikan saran untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut seperti semula.
 
"Jelas Komisi B DRPD DKI Jakarta menyatakan sebaiknya jika ingin diselesaikan masalah ini, kembalikan ke fungsi semula, jalan buat orang jalan, trotoar untuk pejalan kaki, taman untuk taman," terang dia.
 
Dari hal tersebut, warga berharap pembangunan ini dikembalikan seperti semula. "Kalau sampai dibuat pembangunan permanen yang merusak fasilitas umum, dibangun warung di atas badan jalan, trotoar, dan saluran air," papar Timothy.
 

Baca Juga: Relokasi Pasar Rengasdengklok Ricuh, Petugas dan Massa Saling Lempar Batu


Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPKUMKM Jakarta Pusat, Melinda Sagala, mengatakan lokasi penentuan loksem berasal dari usulan RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga ke tingkat Wali Kota. 
 
"Kami murni hanya pembinaan UMKM kepada para pedagang saja. Loksem JP 47 tersebut juga tercatat dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Jakarta Pusat," ucap dia.
 
Melinda mengatakan jenis dagangan yang dijual di loksem tersebut umumnya kuliner. Pedagang hanya menjual dagangan mereka untuk langsung dibawa pulang pembeli. 
 
"Pembeli tidak boleh makan di situ, jadi kosepnya pesan langsung dibawa atau take way saja. Jam operasional nanti pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB," kata dia.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif