Polisi bubarkan massa aksi Reuni 212. Foto: Antara.
Polisi bubarkan massa aksi Reuni 212. Foto: Antara.

Reuni 212 Dilarang Tapi Demo Diizinkan? Ini Penjelasan Polisi

Cindy • 02 Desember 2021 17:11
Jakarta: Sejumlah massa aksi 212 berhasil dibubarkan pihak kepolisian sekitar pukul 13.30 WIB tadi. Mereka sebelumnya sempat memaksa masuk ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. 
 
Massa Reuni 212 juga sudah tak tampak terlihat di kawasan Sarinah, Kebon Sirih, maupun Wahid Hasyim. Korps Bhayangkara bahkan gencar menutup perbatasan untuk menghalau massa aksi masuk wilayah DKI Jakarta

Mengapa Reuni 212 Dilarang?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes POl Endra Zulpan mengutarakan sejumlah alasan Reuni 212 dilarang. Berikut tiga alasan Reuni 212 dilarang:

1. Tak ada izin lokasi dari Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak mengeluarkan rekomendasi dan izin penggunaan lokasi aksi, yakni kawasan Patung Kuda. 
 
"Ini membutuhkan izin keramaian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998,  dalam rangka menyampaikan pendapat dimuka umum itu ada ketentuannya. Salah satunya adalah izin lokasi," kata Zulpan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis, 2 Desember 2021. 

2. Tak ada izin keramaian tanpa izin lokasi

Polisi tidak bisa mengeluarkan izin keramaian jika Pemprov DKI saja tidak mengeluarkan izin penggunaan lokasi. Pasalnya, kawasan Patung Kuda merupakan ranah Pemprov DKI. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Massa Reuni 212 Bubarkan Diri, Akses ke Monas Tetap Ditutup Hingga Malam

3. Tak kantongi izin Satgas Covid-19

Panitia Reuni 212 harus mengantongi izin Satgas Covid-19 Provinsi DKI Jakarta untuk menyelenggarakan aksi. Mengingat aksi digelar di tengah pandemi, sehingga muncul kekhawatiran Reuni 212 bisa menjadi klaster covid-19. 
 
"Nah, Satgas Covid-19 Provinsi DKI Jakarta tidak memberikan rekomendasi izin kepada panitia," ujar Zulpan.
 
Demonstrasi buruh sebelumnya sempat digelar pada 29 November 2021. Demo menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta. Sejumlah peserta aksi Reuni 212 mengeluh karena mereka tidak diperbolehkan menggelar aksi superdamai Persaudaraan Alumni (PA) 212. Sementara, demonstrasi lainnya diizinkan. 
 
(CIN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif