medcom.id, Jakarta: Wahyu, orang tua Hana, bocah yang tewas dalam sebuah mobil di Penjaringan pada Jumat 27 Maret kemarin, masih sangat kehilangan putri kecilnya. Ia masih tak percaya anaknya yang berusia empat tahun itu tewas secara tragis dalam sebuah mobil di dekat rumahnya.
Kepergian Hana sangat disesali oleh Wahyu. Pasalnya, tahun ini seharusnya si bungsu dari empat bersaudara itu masuk sekolah di taman kanak-kanak.
"Saya sedih, tak bisa menepati permintaan terakhir Hana. Padahal sudah lama Hana meminta untuk masuk sekolah," tutur Wahyu saat ditemui Metrotvnews.com di kediamannya, Muara Karang Timur, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (28/3/2015).
Wahyu juga menceritakan bahwa Hana adalah sosok yang periang. Semua orang yang ada di dekatnya senang berada di dekat Hana.
"Hana anaknya periang, selalu membawa kegembiraan untuk orang di sekitarnya," lirihnya.
Hana merupakan satu dari tiga bocah yang ditemukan tewas terjebak dalam sebuah mobil sedan yang terletak sekitar 100 meter dari rumahnya. Mobil yang terparkir itu sudah lama rusak. Hana bersama sepupunya Rani, 4, dan Naipah, 5, tetangga Rani ditemukan telah terbujur kaku tergeletak di bangku belakang.
Kepolisian menduga ketiga bocah malang tersebut meninggal akibat kehabisan oksigen dan kepanasan setelah terkurung selama 1,5 jam di dalam mobil yang telah tak berfungsi itu. (Tiga Bocah Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Penjaringan)
medcom.id, Jakarta: Wahyu, orang tua Hana, bocah yang tewas dalam sebuah mobil di Penjaringan pada Jumat 27 Maret kemarin, masih sangat kehilangan putri kecilnya. Ia masih tak percaya anaknya yang berusia empat tahun itu tewas secara tragis dalam sebuah mobil di dekat rumahnya.
Kepergian Hana sangat disesali oleh Wahyu. Pasalnya, tahun ini seharusnya si bungsu dari empat bersaudara itu masuk sekolah di taman kanak-kanak.
"Saya sedih, tak bisa menepati permintaan terakhir Hana. Padahal sudah lama Hana meminta untuk masuk sekolah," tutur Wahyu saat ditemui
Metrotvnews.com di kediamannya, Muara Karang Timur, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (28/3/2015).
Wahyu juga menceritakan bahwa Hana adalah sosok yang periang. Semua orang yang ada di dekatnya senang berada di dekat Hana.
"Hana anaknya periang, selalu membawa kegembiraan untuk orang di sekitarnya," lirihnya.
Hana merupakan satu dari tiga bocah yang ditemukan tewas terjebak dalam sebuah mobil sedan yang terletak sekitar 100 meter dari rumahnya. Mobil yang terparkir itu sudah lama rusak. Hana bersama sepupunya Rani, 4, dan Naipah, 5, tetangga Rani ditemukan telah terbujur kaku tergeletak di bangku belakang.
Kepolisian menduga ketiga bocah malang tersebut meninggal akibat kehabisan oksigen dan kepanasan setelah terkurung selama 1,5 jam di dalam mobil yang telah tak berfungsi itu. (
Tiga Bocah Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Penjaringan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)