Lukman Diah Sari--Pintu ruang pertemua Ditjen PAUD dan perwakilan JIS tertutup rapat
Lukman Diah Sari--Pintu ruang pertemua Ditjen PAUD dan perwakilan JIS tertutup rapat

pelecehan seksual

Tiga Perwakilan JIS Penuhi Panggilan Ditjen PAUD

Lukman Diah Sari • 16 April 2014 15:47
medcom.id, Jakarta: Tiga perwakilan Yayasan Jakarta International School (JIS) memenuhi panggilan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Formal dan Informal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (16/4/2014). Ketiganya akan dimintai keterangan terkait kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekolah bertaraf internasional itu.
 
Ketiga perwakilan JIS itu tak ada yang mau meladeni pertanyaan wartawan. Mereka bergegas langsung masuk ke dalam ruangan Ditjen PAUD di lantai 3, Gedung E, Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta. Pertemuan tertutup itu masih berlangsung sampai berita ini disusun.
 
Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, pagi tadi, perwakilan Ditjen PAUD dan Wakadisdik Pemda DKI telah menyambangi JIS, Jalan Terogong Raya No 33, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Tapi pihak JIS tak mau menerima mereka dengan alasan sedang ada rapat. Walhasil pihak PAUD, menyurati JIS untuk melakukan pertemuan saat ini.

Kasus pelecahan seksual di JIS terbongkar lewat kecurigaan T, ibu AK, siswa taman kanak-kanak di sekolah bertaraf intenasional itu. T menuturkan, kejadian yang menimpa anaknya terjadi sejak Maret silam. Menurut ia, kelakuan AK berubah drastis karena sering ketakutan, mengigau, dan berteriak histeris saat tidur.
 
Awalnya, anaknya tidak mau menceritakan apa pun kepadanya, hingga akhirnya anaknya demam tinggi dan harus dibawa ke rumah sakit. "Di RS itulah ternyata anak saya terkena herpes. Dokter merasa janggal karena pasti ada pemicu mengapa anak saya terkena herpes," kata T.
 
Khawatir dengan keadaan anaknya, T membawa AK ke psikolog. Berdasarkan, keterangan dari psikolog yang memeriksa anaknya, diketahui AK mengalami pelecehan seksual. AK menceritakan kepada sang psikolog yang melakukan tindak pelecehan adalah orang-orang berseragam biru. Jumlahnya lima orang.
 
"Saya ke sekolah anak saya untuk mencari tahu, satpam sekolah mengatakan yang mengunakan seragam biru itu hanya cleaning service," beber T.
 
Tiga dari lima tersangka sudah ditangkap. Mereka adalah AI, VA, dan AF. Yang disebut belakangan perempuan. AI dan VA sudah ditahan, sedangkan AF masih bisa mengirup udara kebebasan karena kepolisian tidak punya cukup bukti buat membuinya. Dua tersangka lainnya, Zainal dan Anwar, masih diperiksa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>