Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar
Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar

MRT Jakarta Gunakan Sistem Otomatis Pertama di Indonesia

Media Indonesia • 10 April 2017 07:47
medcom.id,Jakarta: Angkutan massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) di DKI Jakarta akan menggunakan sistem otomatisasi gabungan. Penggunaan sistem otomatisasi pada kereta akan menjadi yang pertama di Indonesia.
 
Sistem itu memungkinkan kereta dikendalikan masinis dan sistem yang mengatur persinyalan secara otomatis.
 
Dari beberapa jenis sistem otomatisasi, level II yang menggabungkan kemampuan masinis dan operation control center (OCC) dipilih karena dinilai paling cocok dengan kebutuhan MRT Jakarta.
 
Masinis hanya dituntut memastikan seluruh penumpang sudah masuk dan keluar dengan baik.
 
Selain itu, ia memastikan pintu sudah tertutup sempurna dan menangani keadaan darurat.
 
"Meski masinis terkesan memiliki tugas yang mudah, kami mensyaratkan mereka punya kemampuan mengendarai kereta sistem manual dan otomatis. Petugas Operator Traffic Controller OTC juga harus bisa mengambil keputusan dengan cepat dan punya kemampuan merencanakan perjalanan," kata Direktur Operasional PT MRT Jakarta Agung Wicaksono, dikutip dari Media Indonesia, Senin 10 April 2017.
 
 
 
Menurut Agung, penggunaan sistem itu sudah melalui kajian basic engineering design (BED) oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
 
"Ini sudah diterapkan di Jepang, Malaysia, dan Hong Kong. Di satu negara bisa ada yang pakai level II, III, atau IV. Jadi, bukan soal sistem negaranya," kata Agung, beberapa waktu lalu.
 
Pada level II, ujarnya, sistem persinyalan dan pengaturan kecepatan akan secara manual dilakukan OTC.
 
PT MRT juga sudah merekrut sebagian OTC dari Akademi Perkeretaapian di Madiun sejak awal tahun ini.
 
Mengingat fungsinya yang vital sebagai petugas yang menangani isu kritis persimpangan, syarat rekrutmen OTC pun menuntut kualifikasi tinggi.
 
"Saat diterima di MRT mereka juga akan dilatih pengoperasian otomatis agar keselamatan dan keamanan pengguna MRT terjamin," tegas Agung.
 
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setidjowarno menjelaskan penggunaan sistem otomatis memang harus dilakukan secara bertahap karena SDM belum punya pengalaman.
 
"Keselamatan dan keamanan sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu, masinis perlu terdidik dan terlatih. Ada training khusus di Jepang," kata Djoko.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>