Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat sebanyak 144 peristiwa kebakaran terjadi selama ramadan. Terbanyak terjadi di Jakarta Timur.
"Pada tahun 2024, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan frekuensi tertinggi dengan jumlah 41 kejadian," ujar Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 20 April 2024.
Kemudian disusul Jakarta Barat 33 kejadian, Jakarta Selatan 32 kejadian, serta 19 kejadian untuk wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Satriadi menyebut penyebab faktor tertinggi karena korsleting listrik.
"(Korsleting listrik) 90 kejadian, gas 17 kejadian, rokok 6, membakar sampah 3 kejadian, lilin 1 kejadian, dan lainnya 27," jelasnya.
Ia merinci objek yang terbakar dalam peristiwa kebakaran di periode ini. Terdiri dari bangunan perumahan 46 kejadian, instalasi luar gedung 36 kejadian, bangunan umum dan perdagangan 26 kejadian, kendaraan 20 kejadian, lapak 4 kejadian, bangunan industri 2 kejadian, tumbuhan 2 kejadian, sampah 2 kejadian, dan lain-lain 6 kejadian.
Namun, Satradi mencatat jumlah kebakaran pada ramadan tahun menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Mengalamu penurun sebesar 4 persen.
"Periode ramadan tahun sebelumnya yang berjumlah 150 kejadian," terangnya.
Jakarta: Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat)
DKI Jakarta mencatat sebanyak 144 peristiwa kebakaran terjadi selama ramadan. Terbanyak terjadi di Jakarta Timur.
"Pada tahun 2024, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan frekuensi tertinggi dengan jumlah 41 kejadian," ujar Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 20 April 2024.
Kemudian disusul Jakarta Barat 33 kejadian, Jakarta Selatan 32 kejadian, serta 19 kejadian untuk wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Satriadi menyebut penyebab faktor tertinggi karena korsleting listrik.
"(Korsleting listrik) 90 kejadian, gas 17 kejadian, rokok 6, membakar sampah 3 kejadian, lilin 1 kejadian, dan lainnya 27," jelasnya.
Ia merinci objek yang terbakar dalam peristiwa
kebakaran di periode ini. Terdiri dari bangunan perumahan 46 kejadian, instalasi luar gedung 36 kejadian, bangunan umum dan perdagangan 26 kejadian, kendaraan 20 kejadian, lapak 4 kejadian, bangunan industri 2 kejadian, tumbuhan 2 kejadian, sampah 2 kejadian, dan lain-lain 6 kejadian.
Namun, Satradi mencatat jumlah
kebakaran pada ramadan tahun menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Mengalamu penurun sebesar 4 persen.
"Periode ramadan tahun sebelumnya yang berjumlah 150 kejadian," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)