Sekolah di Jakarta Timur rusak parah. Foto: MI/Arya Manggala.
Sekolah di Jakarta Timur rusak parah. Foto: MI/Arya Manggala.

Pemangkasan Anggaran Rehab Sekolah Disesalkan

Nasional dki jakarta sekolah rusak
Selamat Saragih • 02 Desember 2019 06:16
Jakarta: Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, menyesalkan pemangkasan anggaran pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah sebesar Rp1,4 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2020.
 
Pasalnya, pemangkasan itu akan digunakan untuk pembiayaan Formula E yang menghabiskan anggaran Rp1,2 triliun. Menurut Anggara yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu sangat kontras dengan program negara dalam mencerdaskan anak-anak bangsa ke masa depan.
 
"Pemprov DKI pun berkukuh mempertahankan program nonprioritas yang tiba-tiba muncul belakangan, seperti Formula E yang menelan anggaran Rp1,2 triliun," kata Anggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggara menjelaskan, Pemprov DKI semula mengusulkan anggaran Rp3,7 triliun dalam rancangan KUA-PPAS untuk pembangunan dan rehab gedung sekolah.
 
Namun, Pemprov DKI memangkas anggaran itu sebesar Rp1,4 triliun menjadi Rp2,3 triliun dalam KUA-PPAS tahun 2020 yang disepakati.
 
Salah satu komponen anggaran yang paling banyak dipangkas ialah rehab total gedung sekolah.
 
"Pemprov DKI memotong anggaran rehabilitasi total gedung sekolah dari Rp2,6 triliun menjadi Rp1,4 triliun. Bisa dikatakan bahwa rehab sekolah merupakan korban terbesar efisiensi anggaran selama proses pembahasan KUA-PPAS Tahun 2020," ujar Anggara dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.
 
Fraksi PSI, kata Anggara, menyayangkan pemangkasan anggaran pembangunan dan rehab gedung sekolah itu. Menurut dia, pemangkasan anggaran pembangunan dan rehab gedung sekolah tidak sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta mewujudkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas bagi warga Jakarta.
 
Ditunda
 
Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengatakan kondisi 30 gedung sekolah di Jakarta yang batal direhab total pada 2020 tidak membahayakan siswa.
 
"Artinya, kalaupun kami tunda, itu tidak membahayakan siswa," ujar Syaefuloh di Jakarta, akhir pekan lalu.
 
Syaefuloh menambahkan, gedung-gedung sekolah yang batal direhab total tahun depan telah dicek kondisinya.
 
Dia berharap kondisi bangunan sekolah itu tidak akan mengganggu proses belajar mengajar.
 
"Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, mudah-mudahan tidak mengganggu proses pembelajaran," kata dia.
 
Menurut dia, anggaran rehab total untuk 30 gedung sekolah itu akan kembali dialokasikan dalam APBD DKI tahun 2021.
 
Karena itu, dia tidak mau menyatakan anggaran rehab total 30 gedung sekolah itu dipangkas, tetapi ditunda.
 
Disdik DKI pada awalnya mengusulkan sebanyak 86 gedung sekolah yang akan direhab total pada 2020. Usulan itu sesuai dengan ajuan dari tiap-tiap sekolah.
 
Namun, setelah dibahas dan anggarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, hanya sebanyak 56 gedung sekolah yang ditetapkan akan direhab total dalam KUA-PPAS tahun 2020.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif