Sampah menumpuk menutupi jalanan di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Sungai Bambu Raya, Jakarta Utara, Minggu, 3 November 2019. Medcom.id/Yurike Budiman.
Sampah menumpuk menutupi jalanan di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Sungai Bambu Raya, Jakarta Utara, Minggu, 3 November 2019. Medcom.id/Yurike Budiman.

Sampah Tutupi Jalan Sungai Bambu Raya di Jakut

Nasional sampah jakarta
Yurike Budiman • 03 November 2019 17:22
Jakarta: Masalah sampah di ibu kota jauh dari kata tuntas. Sampah menumpuk menutupi jalanan di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Sungai Bambu Raya, Jakarta Utara.
 
Sampah itu berasal dari tempat pembuangan di jalan tersebut. Lahan yang sempit membuat sampah yang berasal dari tiga kelurahan di Tanjung Priok itu meluber ke jalan.
 
Masalah sampah ini sempat viral karena direkam salah seorang warga. Petugas Dipo Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Tanjung Priok Citra Adha Maulidiah membenarkan jalanan tersebut masih aktif dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini memang jalan aktif, akses untuk mobil dan motor lewat. Di sini menampung sampah dari tiga kelurahan yaitu Sungai Bambu, Kebon Bawang dan Warakas yang buang di sini," kata Citra saat ditemui di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Minggu, 3 November 2019.
 
Citra mengatakan masyarakat telah diberitahu agar membuang sampah di bawah pukul 12.00 WIB. Sebuah papan pengumuman juga dipasang di lokasi pembuangan sampah itu.
 
Masyarakat dilarang membuang sampah di atas pukul 12.00 WIB. Hal itu, kata Citra, disetujui seluruh pemangku kepentingan di wilayah itu.
 
"Itu sudah disetujui sama RW dan masyarakat karena volume sampahnya juga banyak untuk antisipasi agar tidak terlalu menumpuk", kata Citra.
 
Waktu pengangkutan sampah dilakukan pagi dan sore. Sebuah kendaraan alat berat juga disediakan di sekitar lokasi untuk menggeser sampah agar jalanan itu bisa dilalui kendaraan.
 
Pantauan Medcom.id, masih banyak warga yang membuang setelah pukul 12.00 WIB. Salah satunya Eko, warga Sungai Bambu, yang mengaku baru dua kali membuang sampah di lokasi itu.
 
"Saya khawatir sampahnya bisa bikin banjir di sini tapi mau gimana lagi, tidak ada tempat sampah yang dekat dari kontrakan saya," kata Eko.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif