Sandi Siapkan Peta Jalan Keamanan DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan Jakarta aman bagi semua orang yang datang maupun menetap. Untuk mewujudkannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) membentuk peta jalan Jakarta Smart Safe City.

Sandi mengatakan peta itu bisa menjadi acuan menyusun kebijakan yang tepat untuk menerapkan teknologi dalam mengamankan Jakarta. Teknologi itu dapat digunakan untuk mencegah, mendeteksi, menyelidiki, dan memitigasi dampak dari berbagai insiden keamanan, termasuk tindak kejahatan, kerusuhan, kecelakaan, ataupun bencana alam.

"Karena itu, Pemprov Jakarta merasa perlu untuk menyusun sebuah peta jalan Jakarta Smart Safe City selama tiga bulan ke depan. Kick off Jakarta Smart Safe City Master Planning ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk bertukar pikiran tentang berbagai tantangan yang kita hadapi, serta harapan untuk Jakarta yang lebih aman," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.


Acara ini dihadiri berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi. Tampak juga Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta, sedangkan pihak eksternal yang akan terlibat ialah Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Baca: Polres Jaksel Gandeng Qlue Berantas Peredaran Narkoba

"Jakarta itu salah satu kota piloting dalam program ASEAN Smart Cities Network yang telah di-launching pada konferensi tingkat tinggi ASEAN ke-32 bulan April yang lalu. Kegiatan safe city ini merupakan upaya lanjutan untuk mewujudkan Jakarta sebagai smart and safe city," ungkap dia.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini menjelaskan peta jalan Jakarta Smart Safe City nantinya akan mencakup visi, rekomendasi, blueprint smart safe city untuk Jakarta, peta jalan untuk lima tahun, dan perkiraan investasi yang dibutuhkan. Sementara itu, menurut data statistik kriminal 2017, jumlah kejahatan yang dilaporkan di wilayah Polda Metro Jaya telah menurun 4 persen per tahun selama periode 2014-2016.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id