medcom.id, Jakarta: Ribuan warga Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, rela antre untuk mencairkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Lagoa. Petugas membantah ada warga yang menggunakan jasa calo untuk untuk mempercepat proses pencairan.
Koordinator Satuan Petugas PSKS Wilayah Jakarta Utara Juita Theresia mengatakan praktik gadai kartu PSKS tidak terjadi di wilayahnya. Sebab, kata Juita, tim verifikasi akan menolak jika pemilik kartu tidak sesuai dengan nama asli atau perwakilan yang sah.
"Tidak ada seperti itu. Jangankan gadai, yang sakit pun selain pemilik asli kartu atau diwakilkan istri dan anak kemudian dibuktikan dengan kartu keluarga, tidak bisa dilayani jika tidak sesuai. Kami juga koordinasi dengan kepolisian mengantisipasi isu ini," kata Juita kepada Metrotvnews.com, Jumat (24/4/2015)
Juita menerangkan empat orang timnya berkerja hingga malam untuk memverifikasi satu persatu penerima sah program PSKS. Idealnya, kata Juita, pelayanan hanya untuk seribu orang. Namun, khusus untuk 2.693 warga Kelurahan Lagoa akan diselesaikan dalam waktu dua hari, 23-24 April.
"Sesuai prosedur dan arahan dari kepala kantor, kami sudah komit untuk menyelesaikan pencairan bagi warga Kelurahan Lagoa sampai tuntas, bahkan hingga malam, dengan catatan tidak mati lampu," terang Juita.
Warga antre untuk mencairkan dana PSKS di Kantor Pos Lagoa, Jumat (24/4). Foto: MTVN/Ilham Wibowo
Juita menuturkan, antusiasme masyarakat untuk segera mencairkan dana PSKS sangat tinggi. Padahal, kata Juita, dana PSKS ini tidak akan hilang dan bisa dicairkan kapan saja selama batas pengambilan, yaitu tiga bulan setelah pengumuman.
"PSKS sudah dari Desember yang lalu. Sekarang sudah sistem dari bank yang mengatur, kontrolnya sudah lebih efisien" tutur Juita.
Juita mengatakan penyerapan informasi bagi warga penerima dana PSKS kurang. Hal ini yang membuat warga tak sabar untuk segera mencairkan dana PSKS. "Banyak yang beralasan untuk modal berdagang, jadi harus hari ini dicairkan," tutur Juita.
medcom.id, Jakarta: Ribuan warga Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, rela antre untuk mencairkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Lagoa. Petugas membantah ada warga yang menggunakan jasa calo untuk untuk mempercepat proses pencairan.
Koordinator Satuan Petugas PSKS Wilayah Jakarta Utara Juita Theresia mengatakan praktik gadai kartu PSKS tidak terjadi di wilayahnya. Sebab, kata Juita, tim verifikasi akan menolak jika pemilik kartu tidak sesuai dengan nama asli atau perwakilan yang sah.
"Tidak ada seperti itu. Jangankan gadai, yang sakit pun selain pemilik asli kartu atau diwakilkan istri dan anak kemudian dibuktikan dengan kartu keluarga, tidak bisa dilayani jika tidak sesuai. Kami juga koordinasi dengan kepolisian mengantisipasi isu ini," kata Juita kepada
Metrotvnews.com, Jumat (24/4/2015)
Juita menerangkan empat orang timnya berkerja hingga malam untuk memverifikasi satu persatu penerima sah program PSKS. Idealnya, kata Juita, pelayanan hanya untuk seribu orang. Namun, khusus untuk 2.693 warga Kelurahan Lagoa akan diselesaikan dalam waktu dua hari, 23-24 April.
"Sesuai prosedur dan arahan dari kepala kantor, kami sudah komit untuk menyelesaikan pencairan bagi warga Kelurahan Lagoa sampai tuntas, bahkan hingga malam, dengan catatan tidak mati lampu," terang Juita.

Warga antre untuk mencairkan dana PSKS di Kantor Pos Lagoa, Jumat (24/4). Foto: MTVN/Ilham Wibowo
Juita menuturkan, antusiasme masyarakat untuk segera mencairkan dana PSKS sangat tinggi. Padahal, kata Juita, dana PSKS ini tidak akan hilang dan bisa dicairkan kapan saja selama batas pengambilan, yaitu tiga bulan setelah pengumuman.
"PSKS sudah dari Desember yang lalu. Sekarang sudah sistem dari bank yang mengatur, kontrolnya sudah lebih efisien" tutur Juita.
Juita mengatakan penyerapan informasi bagi warga penerima dana PSKS kurang. Hal ini yang membuat warga tak sabar untuk segera mencairkan dana PSKS. "Banyak yang beralasan untuk modal berdagang, jadi harus hari ini dicairkan," tutur Juita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)