medcom.id, Jakarta: Polisi memastikan, cairan yang ditemukan pada paha Putri Marisa Sakina, 13, yang tewas dibunuh bukan sperma pelaku. Polisi akan mencari bukti lain untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug AKP Efendi mengatakan, setelah dilakukan tes laboratorium forensik, ternyata cairan yang ditemukan bukan sperma milik pelaku. "Setelah dites, ternyata cairan itu bukan milik pelaku, tetapi cairan korban sendiri," kata Efendi, kepada <i>Metrotvnews.com </i> Jumat (26/6/2015).
Efendi akan mencari alat bukti baru untuk mengetahui identitas pelaku. Pihaknya tidak akan mengesampingkan setiap alat bukti yang ditemukan. “Dugaan itu sperma meleset, hasilnya negatif setelah kita uji," katanya.
Polisi tetap berusaha membongkar kejahatan tersangka. "Penyelidikan masih berjalan. Kami akan kumpulkan bukti lain," pungkas Efendi.
Putri ditemukan tewas pada Minggu 7 Juni sore hanya menggunakan handuk dengan posisi terlungkup dan kondisi leher tersayat. Ketika divisum, ditemukan cairan di sekitar paha jasad Putri.
Rizky alias Buyung merupakan saksi kunci kasus pembunuhan adiknya. Dia satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena gagal menjaga Putri.
medcom.id, Jakarta: Polisi memastikan, cairan yang ditemukan pada paha Putri Marisa Sakina, 13, yang tewas dibunuh bukan sperma pelaku. Polisi akan mencari bukti lain untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug AKP Efendi mengatakan, setelah dilakukan tes laboratorium forensik, ternyata cairan yang ditemukan bukan sperma milik pelaku. "Setelah dites, ternyata cairan itu bukan milik pelaku, tetapi cairan korban sendiri," kata Efendi, kepada
Metrotvnews.com Jumat (26/6/2015).
Efendi akan mencari alat bukti baru untuk mengetahui identitas pelaku. Pihaknya tidak akan mengesampingkan setiap alat bukti yang ditemukan. “Dugaan itu sperma meleset, hasilnya negatif setelah kita uji," katanya.
Polisi tetap berusaha membongkar kejahatan tersangka. "Penyelidikan masih berjalan. Kami akan kumpulkan bukti lain," pungkas Efendi.
Putri ditemukan tewas pada Minggu 7 Juni sore hanya menggunakan handuk dengan posisi terlungkup dan kondisi leher tersayat. Ketika divisum, ditemukan cairan di sekitar paha jasad Putri.
Rizky alias Buyung merupakan saksi kunci kasus pembunuhan adiknya. Dia satu-satunya orang yang ada di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri. Buyung, kepada ibunya, pernah meminta maaf karena gagal menjaga Putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)