Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersama pengurus Reog Ponorogo. (Foto: MTVN/Wanda)
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersama pengurus Reog Ponorogo. (Foto: MTVN/Wanda)

Kejar Pengakuan Unesco, Pegiat Reog Gelar Milad Pertama

Intan fauzi • 24 Agustus 2015 11:49
medcom.id, Jakarta: Puluhan komunitas grup dan pegiat Reog terus mengawal agar seni budaya Reog mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari United Nations Educational, Scientific dan Cultural Organization (Unesco). Komitemen itu dilakukan dengan menggelar syukuran milad pertama yang digelar Komunitas Reog Ponorogo (KRP) yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
 
"KRP siap mengawal Reog agar segera diakui sebagai warisan budaya dunia. KRP juga meminta pemerintah memfasilitasi agar Reog mendapatkan pengakuan dari Unesco," kata Ketua Komunitas Reog Ponorogo (KRP) Suyatno, Senin (24/8/2015).
 
Ia mengungkapkan, KRP telah melakukan road show dengan menemui Bupati Ponorogo, M Amin, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bahkan telah bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo untuk memperjuangkan pengakuan Reog sebagai warisan budaya dunia.
 
"Semua pejabat yang kami datangi memberikan apresiasi positif dan KRP akan terus mengkampanyekan Reog Ponorogo menuju UNESCO," ujar Suyatno menegaskan.
 
Menurut Suyatno, KRP merupakan organisasi yang akuntabel, karena memiliki kelengkapan, seperti Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga, Akte Notaris, Keputusan Menkumham RI, rekening organisasi, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Bakesbangpol DKI Jakarta.
 
"Walaupun KRP baru setahun didirikan, tapi kami mempunyai kelengkapan organisasi, jadi kami bukan organisasi abal-abal atau ilegal. Bahkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi kelengkapan administrasi yang KRP miliki," kata Suyatno.
 
Ketua Panitia Milad pertama Reog  Agus Susanto mengatakan, sebenarnya Milad KRP dirayakan pada 11 Agustus, namun karena padatnya agenda, seperti partisipasi Reog mini ke Ponorogo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta bermacam undangan Hari Kemerdekaan, membuat perayaan milad KRP molor dan baru digelar di Jumat 21 Agustus kawasan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.
 
"Kegiatan milad antara lain diisi pemotongan tumpeng, penayangan slide foto dan berita aktivitas KRP, serta diiringi alunan musik khas Reog," kata Agus Susanto.
 
Agus mengungkapkan, acara itu dihadiri Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Kepala Bidang Sumber Daya Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro, sesepuh Reog Supardi dan Suparlan.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama mengapresiasi keberadaan grup Reog Ponorogo asal Ibu Kota. Reog Ponorogo akan didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
 
"Dulu kan sempat ribut Reog Ponorogo mau diambil sama Malaysia segala macam. Makanya kita mau Reog Ponorogo ini didaftarkan supaya lebih mendunia. Bahkan kalau perlu kita rutin bikin festival Reog Ponorogo di Jakarta," kata Ahok.
 
Menurut Ahok, selama ini komunitas Reog Ponorogo yang ada di Jakarta sering mengharumkan nama Pemprov DKI dengan beragam prestasi dan gelar juara, baik tingkat nasional maupun internasional. Ahok berencana kerja sama dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) agar Komunitas Reog Ponorogo Jakarta dimasukan ke dalam agenda tahunan.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif