medcom.id, Jakarta: Ahok membantah memanfaatkan Kalijodo sebagai panggung politik. Kalijodo dikenal sebagai tempat prostitusi, bar, dan kafe yang menjual minuman keras.
Kalijodo menyodot perhatian seiring rencana pemerintah menggusur bangunan di wilayah itu. Pesohor banyak yang mengomentari rencana itu, bahkan datang ke Kalijodo.
Kabar penggusuran Kalijodo muncul saat tema calon gubernur DKI jadi trending topic. Karena itu, muncul opini Kalijodo jadi panggung politik menjelang Pilgub DKI.
Suasana di Kalijodo, Kamis 18 Februari 2016. Foto: MTVN/Riyan Ferdianto
Ahok--sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama--menangkis tudingan dirinya ingin memikat hati rakyat dengan menggusur bangunan di Kalijodo. Sebab, dalam beberapa kesempatan Ahok menegaskan dirinya prolokalisasi prostitusi.
Menurut dia, sikap itu tentu tidak menguntungkan secara politik. "Kalau panggung politik itu saya dorong lokalisasi ditutup. Tetapi, saya pribadi mendukung lokalisasi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).
Ahok memilih taat konstitusi. Dalam beberapa kesempatan, ia mengatakan, penggusuran bangunan di Kalijodo bukan untuk mematikan bisnis seks tapi upaya menambah ruang terbuka hijau di Ibu Kota.
Saat ini, ruang terbuka hijau di Jakarta baru 9,8 persen. Sedangkan rencana tata ruang dan wilayah pemerintah, Jakarta mesti punya minimal 30 persen ruang terbuka hijau.
Ahok balik menuding ada pihak-pihak yang iri pada dirinya sehingga mengembuskan isu Kalijodo panggung politik. "Saya ingin kembali mengambil lahan hijau, jangan dialihkan," ujarnya.
Ahmad Dhani, musisi yang juga bakal calon gubernur DKI dari Partai Kebangkitan Bangsa, menemui warga Kalijodo, Senin 15 Februari. Ia sempat makan dan minum di sebuah warung di Kalijodo.
Warga berebut bersalaman dengan Ahmad Dhani saat musisi itu datang ke Kalijodo. Antara Foto/Yossy Widya
Dia mendengarkan keluhan warga. Dhani sepakan dengan Ahok bangunan di Kalijodo mesti digusur karena kawasan itu masuk kategori lahan hijau. Dhani juga membantah menjadikan Kalijodo panggung politik.
Legislator DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang selama ini berseberangan sikap dengan Ahok mendukung pemerintah menggusur bangunan di Kalijodo.
Kata Lulung, untuk menyelesaikan persoalan Kalijodo dibutuhkan sosok tokoh masyarakat yang kompeten. Politikus PPP itu merasa mumpuni menyelesaikan masalah di Kalijodo.
"Saya yakin mereka (masyarakat) mengenal saya dengan baik," kata Lulung.
Kalijodo panggung politik siapa? Yang jelas, ketiga tokoh tersebut selama ini disebut-sebut bakal meramaikan Pilkada DKI pada 2017.
medcom.id, Jakarta: Ahok membantah memanfaatkan Kalijodo sebagai panggung politik. Kalijodo dikenal sebagai tempat prostitusi, bar, dan kafe yang menjual minuman keras.
Kalijodo menyodot perhatian seiring rencana pemerintah menggusur bangunan di wilayah itu. Pesohor banyak yang mengomentari rencana itu, bahkan datang ke Kalijodo.
Kabar penggusuran Kalijodo muncul saat tema calon gubernur DKI jadi trending topic. Karena itu, muncul opini Kalijodo jadi panggung politik menjelang Pilgub DKI.
Suasana di Kalijodo, Kamis 18 Februari 2016. Foto: MTVN/Riyan Ferdianto
Ahok--sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama--menangkis tudingan dirinya ingin memikat hati rakyat dengan menggusur bangunan di Kalijodo. Sebab, dalam beberapa kesempatan Ahok menegaskan dirinya prolokalisasi prostitusi.
Menurut dia, sikap itu tentu tidak menguntungkan secara politik. "Kalau panggung politik itu saya dorong lokalisasi ditutup. Tetapi, saya pribadi mendukung lokalisasi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).
Ahok memilih taat konstitusi. Dalam beberapa kesempatan, ia mengatakan, penggusuran bangunan di Kalijodo bukan untuk mematikan bisnis seks tapi upaya menambah ruang terbuka hijau di Ibu Kota.
Saat ini, ruang terbuka hijau di Jakarta baru 9,8 persen. Sedangkan rencana tata ruang dan wilayah pemerintah, Jakarta mesti punya minimal 30 persen ruang terbuka hijau.
Ahok balik menuding ada pihak-pihak yang iri pada dirinya sehingga mengembuskan isu Kalijodo panggung politik. "Saya ingin kembali mengambil lahan hijau, jangan dialihkan," ujarnya.
Ahmad Dhani, musisi yang juga bakal calon gubernur DKI dari Partai Kebangkitan Bangsa, menemui warga Kalijodo, Senin 15 Februari. Ia sempat makan dan minum di sebuah warung di Kalijodo.
Warga berebut bersalaman dengan Ahmad Dhani saat musisi itu datang ke Kalijodo. Antara Foto/Yossy Widya
Dia mendengarkan keluhan warga. Dhani sepakan dengan Ahok bangunan di Kalijodo mesti digusur karena kawasan itu masuk kategori lahan hijau. Dhani juga membantah menjadikan Kalijodo panggung politik.
Legislator DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang selama ini berseberangan sikap dengan Ahok mendukung pemerintah menggusur bangunan di Kalijodo.
Kata Lulung, untuk menyelesaikan persoalan Kalijodo dibutuhkan sosok tokoh masyarakat yang kompeten. Politikus PPP itu merasa mumpuni menyelesaikan masalah di Kalijodo.
"Saya yakin mereka (masyarakat) mengenal saya dengan baik," kata Lulung.
Kalijodo panggung politik siapa? Yang jelas, ketiga tokoh tersebut selama ini disebut-sebut bakal meramaikan Pilkada DKI pada 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)