medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim persiapan penertiban kawasan Kalijodo kian maksimal. Data warga yang akan ditertibkan pun sudah lengkap.
"Lengkap, (warga) enggak sampai ribuan," kata Ahok usai rapat koordinasi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).
Ahok pastikan penertiban dapat dilakukan dengan cepat. Rencananya surat peringatan pertama (SP1) dilayangkan besok. Warga diminta membongkar bangunannya sendiri.
Mantan Bupati Belitung itu menjelaskan, waktu untuk merespons SP1 selama tujuh hari. Jika tak digubris, Pemprov DKI siap melayangkan SP2 yang berjarak tiga hari hingga SP3.
"Kalau dia enggak mau bongkar juga, ada SP3. Kalau enggak mau, terpaksa kita bantu bongkar," tegas Ahok.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi warga Kalijodo ke dua rusun. Unit rusun hanya diberikan kepada warga yang memiliki KTP DKI dan tidak terindikasi sebagai pekerja seks komensil (PSK).
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta Ika Lestari Aji mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa rumah susun untuk relokasi warga Kalijodo yang terkena penggusuran.
"Kami mendukung penertiban itu. Warga dapat direlokasi ke Rusun Marunda (Jakarta Utara) dan Pulogebang (Jakarta Timur). Selain itu masih ada rusun lain yang dapat menampung warga itu," kata Ika, Senin 15 Februari.
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim persiapan penertiban kawasan Kalijodo kian maksimal. Data warga yang akan ditertibkan pun sudah lengkap.
"Lengkap, (warga) enggak sampai ribuan," kata Ahok usai rapat koordinasi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2016).
Ahok pastikan penertiban dapat dilakukan dengan cepat. Rencananya surat peringatan pertama (SP1) dilayangkan besok. Warga diminta membongkar bangunannya sendiri.
Mantan Bupati Belitung itu menjelaskan, waktu untuk merespons SP1 selama tujuh hari. Jika tak digubris, Pemprov DKI siap melayangkan SP2 yang berjarak tiga hari hingga SP3.
"Kalau dia enggak mau bongkar juga, ada SP3. Kalau enggak mau, terpaksa kita bantu bongkar," tegas Ahok.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi warga Kalijodo ke dua rusun. Unit rusun hanya diberikan kepada warga yang memiliki KTP DKI dan tidak terindikasi sebagai pekerja seks komensil (PSK).
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta Ika Lestari Aji mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa rumah susun untuk relokasi warga Kalijodo yang terkena penggusuran.
"Kami mendukung penertiban itu. Warga dapat direlokasi ke Rusun Marunda (Jakarta Utara) dan Pulogebang (Jakarta Timur). Selain itu masih ada rusun lain yang dapat menampung warga itu," kata Ika, Senin 15 Februari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)