Aktivitas warga di Kalijodo, Jakarta, Selasa 16 Februari 2016. Foto: MI/Arya Manggala
Aktivitas warga di Kalijodo, Jakarta, Selasa 16 Februari 2016. Foto: MI/Arya Manggala

Eksekusi Kalijodo Kembali Dibahas

Arga sumantri • 17 Februari 2016 12:24
medcom.id, Jakarta: Perwakilan Pemerintah DKI Jakarta bersama Polda Metro dan Kodam Jaya Rabu ini 17 Februari, kembali rapat koordinasi persiapan penggusuran bangunan di Kalijodo.
 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal mengatakan, rapat lanjutan ini akan digelar pukul 14.00 WIB di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
 
"Kodam Jaya dan Pemprov DKI hadir untuk membahas persiapan eksekusi," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/2/2016).

Iqbal belum bisa menjelaskan teknis penggusuran bangunan di Kalijodo. Iqbal menegaskan, pada prinsipnya jajaran Polda Metro siap memuluskan rencana itu.
 
Eksekusi Kalijodo Kembali Dibahas
Tempat hiburan malam di Kalijodo menjual minuman keras. Foto: MI/Arya Manggala
 
Eksekusi Kalijodo Kembali Dibahas
Antara Foto/Rivan Awal Lingga
 
Pemerintah Khusus Ibu Kota berencana mengubah kawasan Kalijodo menjadi ruang terbuka hijau. Selama puluhan tahun kawasan yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dan Tambora, Jakarta Barat, itu berdiri bangunan untuk prostitusi, bar, dan kafe.
 
Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Jakarta Barat telah menyosialisasikan rencana tersebut, Selasa 16 Februari. Surat pemberitahuan rencana pengusuran bangunan di Kalijodo ditempel di rumah dan kafe di kawasan itu.
 
Wilayah Kalijodo terdiri dari enam rukun tetangga. Lima RT masuk wilayah Jakarta Utara, satu RT masuk wilayah Jakarta Barat.
 
Eksekusi Kalijodo Kembali Dibahas
Bisnis prostitusi di Kalijodo sudah puluhan tahun. Enam tahun lalu, pemerintah juga berusaha menata kawasan ini. Foto: MI/Arya Manggala
 
Pada Senin 15 Februari, pemangku kepentingan juga berkumpul di Mapolda Metro Jaya membahas wacana penggurusan Kalijodo. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak hadir. Ia mengutus Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi dan Kepala Satpol PP Kukuh Hadi Santoso.
 
Eksekusi Kalijodo Kembali Dibahas
Daeng Aziz (berbatik merah) bersama masyarakat Kalijodo mengadukan rencana penggusuran ke Komnas HAM dan DPRD DKI Jakarta. Antara Foto/Reno Esnir
 
Bila memang digusur, praktik prostitusi di Kalijodo kemungkinan selesai. Abdul Aziz alias Daeng Aziz, tokoh masyarakat Kalijodo, mengaku tidak mempermasalahkan Ahok menutup bisnis prostitusi dan menggusur bangunan.
 
Namun, ia meminta pemerintah memikirkan nasib pekerja seks komersial dan warga setempat yang kehilangan lahan pekerjaan. "150 persen saya setuju jika prostitusi ini dihapus," ujar dia.
 
Eksekusi Kalijodo Kembali Dibahas
Ada juga tempat pendidikan anak usia dini di Kalijodo. Antara Foto/Rivan Awal Lingga
 
Penggusuran Kalijodo baru rencana. Pemerintah belum menentukan waktu meratakan dengan tanah bangunan di Kalijodo. Tapi woro-woro penggusuran sudah membuat denyut nadi Kalijodo melambat, terutama terasa pada malam hari.
 
Hal itu diakui seorang pelayan kafe. Dia merasakan beberapa malam terakhir, warga yang berkunjung ke tempat hiburan malam di Kalijodo semakin berkurang. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan