medcom.id, Jakarta: Salah satu tokoh masyarakat Kalijodo, Abdul Aziz atau yang biasa disapa Daeng Aziz mendatangi DPRD DKI. Kedatangannya untuk melihat jalannya pengaduan warga Kalijodo, terkait penggusuran yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Saya hanya mengawal RW saya sendiri. Saya selaku orang yang ditokohkan," kata Daeng Aziz di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016).
Daeng Aziz datang sekitar pukul 12.30 WIB bersama belasan orang bersama diantaranya, ketua RW 05/2 Kalijodo, Kunarso Suro Hadi Wijoyo. Tadinya, warga Kalijodo datang untuk menemui anggota dewan, namun sayang, 30 menit berlalu, warga kalijodo memutuskan untuk pulang.
Daeng Aziz pun enggan memberi konfirmasi alasan kepulangan warga Kalijodo.
Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarief mengungkapkan belum mendengar kabar terkait kunjungan warga Kalijodo ke DPRD. "Saya belum tahu ada kabar itu. Saya masih acara," kata Syarief saat dikonfirmasi.
Pantauan Metrotvnews.com, Daeng Aziz datang dengan membawa sejumlah surat-surat yang akan ditunjukkan ke DPRD. Namun sayang, pertemuan tak jadi berlangsung, dan Daeng juga enggan memberi tahu kapan akan datang lagi ke DPRD DKI.
Sebelumnya, Daeng Aziz mengatakan kehidupan masyarakat Kalijodo tak seburuk yang digembar-gemborkan sejumlah pihak. Daeng Aziz menyebut, Kalijodo adalah kawasan heterogen dengan tingkat toleransi tinggi.
Dia mengatakan, warga yang berbeda keyakinan hidup berdampingan di kawasan yang kerap dilabeli lokalisasi oleh Orde Baru. "Di sana ada tempat ibadah, termasuk gereja dan masjid. Itu dibangun dengan swadaya. Kami baik-baik saja," kata dia.
Daeng Aziz tak punya kuasa jika memang Kalijodo bakal digusur. Tapi, sebagai warga, Daeng Aziz berharap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mau mempertimbangkan kembali rencana pembangunan ruang terbuka hijau. Daeng Aziz menuturkan, penggusuran bakal menambah beban hidup masyarakat Kalijodo.
Rencana penggusuran Kalijodo menggemuka pekan lalu. Pemicunya, insiden tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan pengendara motor, yang membuat penunggang motor tewas.
Hasil penyelidikan, Riki, sang sopir Fortuner, mengantuk lantaran habis menenggak minuman beralkohol di Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat perayaan Imlek 2567.
medcom.id, Jakarta: Salah satu tokoh masyarakat Kalijodo, Abdul Aziz atau yang biasa disapa Daeng Aziz mendatangi DPRD DKI. Kedatangannya untuk melihat jalannya pengaduan warga Kalijodo, terkait penggusuran yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Saya hanya mengawal RW saya sendiri. Saya selaku orang yang ditokohkan," kata Daeng Aziz di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2016).
Daeng Aziz datang sekitar pukul 12.30 WIB bersama belasan orang bersama diantaranya, ketua RW 05/2 Kalijodo, Kunarso Suro Hadi Wijoyo. Tadinya, warga Kalijodo datang untuk menemui anggota dewan, namun sayang, 30 menit berlalu, warga kalijodo memutuskan untuk pulang.
Daeng Aziz pun enggan memberi konfirmasi alasan kepulangan warga Kalijodo.
Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarief mengungkapkan belum mendengar kabar terkait kunjungan warga Kalijodo ke DPRD. "Saya belum tahu ada kabar itu. Saya masih acara," kata Syarief saat dikonfirmasi.
Pantauan Metrotvnews.com, Daeng Aziz datang dengan membawa sejumlah surat-surat yang akan ditunjukkan ke DPRD. Namun sayang, pertemuan tak jadi berlangsung, dan Daeng juga enggan memberi tahu kapan akan datang lagi ke DPRD DKI.
Sebelumnya, Daeng Aziz mengatakan kehidupan masyarakat Kalijodo tak seburuk yang digembar-gemborkan sejumlah pihak. Daeng Aziz menyebut, Kalijodo adalah kawasan heterogen dengan tingkat toleransi tinggi.
Dia mengatakan, warga yang berbeda keyakinan hidup berdampingan di kawasan yang kerap dilabeli lokalisasi oleh Orde Baru. "Di sana ada tempat ibadah, termasuk gereja dan masjid. Itu dibangun dengan swadaya. Kami baik-baik saja," kata dia.
Daeng Aziz tak punya kuasa jika memang Kalijodo bakal digusur. Tapi, sebagai warga, Daeng Aziz berharap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mau mempertimbangkan kembali rencana pembangunan ruang terbuka hijau. Daeng Aziz menuturkan, penggusuran bakal menambah beban hidup masyarakat Kalijodo.
Rencana penggusuran Kalijodo menggemuka pekan lalu. Pemicunya, insiden tabrakan mobil Toyota Fortuner dengan pengendara motor, yang membuat penunggang motor tewas.
Hasil penyelidikan, Riki, sang sopir Fortuner, mengantuk lantaran habis menenggak minuman beralkohol di Kalijodo. Insiden itu terjadi tepat perayaan Imlek 2567.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)