Ilustrasi. MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi. MI/Bary Fathahilah

Anies Dianggap Tak Serius Atasi Banjir

Nasional banjir jakarta
Medcom • 17 Februari 2020 14:18
Jakarta: Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga tak heran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat nilai rendah soal penanganan banjir. Nirwono menilai Anies kurang serius mengatasi banjir Jakarta.
 
"Banjir besar di awal tahun dua kali, di awal Januari dan Februari, yang dirasakan sebagian masyarakat Jakarta dapat menjadi indikator kinerja Gubernur DKI tidak serius menangani banjir," kata Nirwono kepada Medcom.id, Senin, 17 Februari 2020.
 
Menurut dia, penanganan banjir Jakarta sejatinya mulai ditangani dengan baik ketika era Gubernur Joko Widodo. Misalnya, dengan merevitalisasi waduk Pluit dan Ria Rio, serta sosialisasi dan rencana penataan bantaran kali, sekaligus relokasi warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penanganan banjir diteruskan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dengan menata kali Ciliwung di Kampung Pulo. Ahok juga banyak membongkar bangunan pinggir kali. Belum lagi pembebasan lahan untuk pembangunan waduk baru.
 
"Upaya yang telah dirintis Jokowi dan kemudian dilanjutkan Ahok dengan lebih giat lagi dalam menangani banjir, sayangnya tidak dilanjutkan oleh Anies," ungkapnya.
 
Nirwono menilai selama dua tahun terakhir belum ada upaya yang jelas dilakukan Pemprov DKI dalam mengatasi banjir. Keberlanjutan normalisasi kali seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter, juga tak jelas.
 
Anies Dianggap Tak Serius Atasi Banjir
Indo Barometer mengumumkan hasil survei terbaru tentang isu nasional, Minggu, 16 Februari 2020. Medcom/Cindy
 
Lembaga survei Indo Barometer menyebut Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta yang paling sukses mengatasi banjir Jakarta. Ahok mengalahkan Anies dan Jokowi.
 
"Untuk masalah banjir, Gubernur Jakarta yang dianggap paling berhasil adalah Basuki Tjahaja Purnama sebesar 42 persen, disusul Joko Widodo 25 persen, dan Anies Baswedan 4,1 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari di Jakarta Selatan, Minggu, 16 Februari 2020.
 
Survei Indo Barometer dilakukan terhadap 1.200 responden di 34 provinsi. Margin of error sebesar 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
 
Waktu pengumpulan data mulai 9 Januari hingga 15 Januari 2020 dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih. (Hartono Ardi Lase)
 

 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif