Stan Metro TV dan Medcom.id di Job for Career di Istora Senayan Jakarta - Medcom.id/Intan Yunelia.
Stan Metro TV dan Medcom.id di Job for Career di Istora Senayan Jakarta - Medcom.id/Intan Yunelia.

Berkarier di Jurnalistik, Metro TV Jadi Incaran Kaum Millenial

Intan Yunelia • 21 Maret 2018 23:19
Jakarta: Metro TV sebagai stasiun tv berita pertama di Indonesia menjadi incaran generasi millenial untuk berkarier di industri jurnalistik. Dengan latar belakang beragam, ratusan generasi millenial mencoba peruntungan untuk menjadi bagian keluarga besar media group itu.
 
Elia, 30, lulusan Universitas Manchester, Inggris mengakui sangat tertarik dengan MetroTV. Ia terinspirasi dengan salah seorang presenter ekonomi.
 
"Saya ingin seperti Presenter Leonard Samosir Economic Challenge," cerita Elia kepada Medcom.id, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 21 Maret 2018.

Menurutnya, program Economic Challange memberikan info terkait ekonomi dunia yang terpaparkan dengan jelas dan menarik. Sebagai lulusan Fakultas Ekonomi di Inggris, Ia merasa ingin menjadi penerus dari Leonard Samosir.
 
"MetroTV berbeda lah dengan televisi berita lain," terang Elia.
 
MetroTV, katanya sangat bagus sebagai jenjang kariernya. Ia pun tak menyoal jika harus belajar lagi dengan dunia jurnalistik. "Saya tidak masalah nanti ditempatkan di kanal apa saja. Karena saya siap belajar," tutur Elia.
 
Serupa dengan Toni, 23, ia jauh-jauh terbang dari Padang, Sumatera Barat untuk menghadiri Job Fair ini. MetroTV adalah pekerjaan yang dia nantikan setelah memperoleh gelar sarjana pada Februari lalu.
 
"Sampai di Job Fair saya langsung daftar di MetroTV karena pekerjaan ini yang saya cari," kata Toni.
 
Toni yang merupakan lulusan Universitas Andalas ini sangat percaya diri. Dengan bekal ilmu Jurnalistik yang dia punya, dia yakin akan diterima oleh keluarga MetroTV. "Saya lulusan Ilmu Komunikasi. Dan saya sering ikut komunitas jurnalistik di Padang," tutur Toni.
 
Sementara Marsya (25) yang merupakan tamatan DIII Perguruan Tinggi Bina Sarana Informatika (BSI) rela melanjutkan jenjang S1 jurusan Broadcast untuk bisa memenuhi kualifikasi sebagai reporter MetroTV. 
 
Baginya, MetroTV adalah stasiun televisi berita satu-satunya yang dipercaya diantara stasiun televisi lain. Dirinya mengaku enggan untuk mendaftarkan diri ke stasiun televisi lain. Jika tidak lulus, Masya akan tetap mencoba bergabung dengan MetroTV namun di bagian back office.
 
"Saya tidak masalah posisinya apa. yang jelas saya ingin bekerja di MetroTV," terang Marsya.
 
Adapun tenaga kerja Metro TV dipersiapkan agar mampu menguasai tiga platform media online, cetak dan elektronik sekaligus. Dalam tahapan seleksi, para calon reporter akan melewati banyak tahapan seperti tes psikotes, kamera test, interview HRD, interview user dan medical check up. 
 
Kualifikasi ini adalah sekurang-kurangnya tamatan S1, usia maksimal 25 tahun, memiliki skor TOEFL minimal 550. Untuk jurusan, MetroTV membuka peluang untuk semua jurusan. Terutama yang sangat memahami dunia Jurnalistik.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>