Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. Medcom.id/Fachri
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. Medcom.id/Fachri

MRT Hingga Kereta Bandara Akan Terintegrasi di Transport Hub Dukuh Atas

Fachri Audhia Hafiez • 31 Agustus 2021 13:39
Jakarta: PT MRT Jakarta (Perseroda) akan membangun transport hub di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi sistem integrasi sejumlah transportasi massal yang berada di Ibu Kota.
 
"Transport hub ini nanti sebagai satu interkoneksi yang menghubungkan antara TransJakarta, Kereta Commuter Indonesia (KCI), MRT, dan juga dengan kereta bandara," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, melalui konferensi televideo, Selasa, 31 Agustus 2021.
 
Proyek itu dibangun mulai 22 Oktober 2021. Operasional fasilitas itu ditargetkan rampung pada 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


William menyampaikan proyek tersebut bekerja sama dengan BUMD DKI Jakarta, salah satunya PD Pasar Jaya. Kontribusi PD Pasar Jaya dalam bentuk lahan dan MRT Jakarta membangun transport hub di atasnya.
 
William menuturkan area gedung transport hub juga dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis. Mulai dari perkantoran hingga urban market.
 
"Juga akan ada tempat di bagian bawah itu adalah transit hub untuk TransJakarta. Jadi TransJakarta yang dari daerah akan singgah di sini dan akan menjadi integration poin dengan baik dengan KCI, MRT maupun dengan kereta bandara," terang William.
 
Baca: Pengguna MRT Jakarta Meningkat 142% Sejak PPKM Level 3
 
Posisi transport hub, kata William, berada di depan Stasiun Sudirman yang bakal terhubung dengan Stasiun LRT Jabodetabek. Stasiun LRT Jabodetabek direncanakan beroperasi pada Juni 2022.
 
Untuk menghubungkan kedua stasiun itu, bakal dibangun jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Dukuh Atas. Pelaksana proyek, yakni PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ), yang merupakan perusahaan patungan antara PT MRT Jakarta dan PT KAI.
 
"PT MITJ mempersiapkan untuk membangun satu jembatan penyeberangan multiguna, nanti akan terintegrasi dengan baik," terang William.
 
Pembangunan JPM Dukuh Atas dipastikan tak menggunakan APBN atau APBD. Pembangunan menggunakan pendekatan business to business dan skema pemilihan mitra.
 
"Sudah terpilih untuk membangun JPM adalah konsorsium Waskita Bersama Vision First KSO," ucap William.
 
Transport hub merupakan bagian dari fasilitas enam kawasan berorientasi transit (KBT) atau transit oriented development (TOD) di Jakarta. Keenam kawasan itu di antaranya Bundaran HI, Fatmawati, Lebak Bulus, Istora-Senayan, Blok M, serta Dukuh Atas.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif