Pengendara sepeda motor melintas di Protokol Thamrin Jakarta. Antara//Wahyu Putro A
Pengendara sepeda motor melintas di Protokol Thamrin Jakarta. Antara//Wahyu Putro A

Pembatasan Sepeda Motor Bikin Pengendara Galau

Yogi Bayu Aji • 25 November 2014 15:58
medcom.id, Jakarta: Kalangan yang pastinya merasa keberatan dengan rencana pembatasan sepeda motor ke beberapa jalan protokol di Ibu Kota tentulah para pengendara motor.
 
Salah satunya adalah Tobin. Pengendara motor yang berdomisili di bilangan Blok M itu tengah galau. Ia bingung bagaimana menuju ke kantornya di sekitar Jalan MH Thamrin.
 
Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melarang sepeda motor masuk Jalur MH Thamrin per 17 Desember mendatang. Padahal Tobin cuma punya satu kendaraan andalannya, yakni sepeda motor.

Meski begitu, Pria yang sehari-harinya bekerja di kantor swasta sekitar Sarinah itu akan tetap mematuhi kebijakan larangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin, asalkan, transportasi publik yang digunakan nanti memang memadai.
 
"Susah juga sih, kita sudah biasa naik motor, ya mudah-mudahan nanti kendaraannya enggak suka telat," papar dia.
 
memutuskan untuk mencoba menggunakan angkutan Transjakarta untuk menyiasati larangan tersebut. Namun, ia mengaku keberatan dengan harga kartu transaksi elekronik untuk membeli tiket Transjakarta.
 
"Awalnya harus bayar kartu sampai Rp40 ribu. Terus nanti bayar lagi, bayar lagi," ujar Tobin kepada Metrotvnews.com di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2014).
 
Ia menilai, harga kartu ini terlampau mahal. Sebaiknya, kata dia, kartu itu diberikan secara gratis saja agar tidak membebani masyarakat. "Kalau gratis lebih enak ke kitanya," kata Tobin.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>