Ilustrasi taksi online. MI/Panca.
Ilustrasi taksi online. MI/Panca.

Usul Taksi Online Tak Kena Ganjil Genap Dinilai Positif

Nasional sistem ganjil genap
Husen Miftahudin • 15 Agustus 2019 22:16
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merekomendasikan seluruh transportasi umum dan berbasis sewa tidak terkena aturan ganjil genap di DKI Jakarta. Usulan itu dinilai positif karena tak mendiskriminasi angkutan yang sudah resmi beroperasi.
 
Pakar hukum pemerintahan Universitas Parahyangan, Asep Warlan, memahami keinginan Kemenhub agar transportasi sewa seperti taksi online dan taksi meter tidak terkena aturan ganjil genap.
 
"Saya nilai wajar bila Kemenhub meminta Pemprov DKI agar taksi online bisa beroperasi di kawasan yang termasuk ganjil-genap. Asalkan tidak menimbulkan diskiriminasi," ujar Asep dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah peraturan, kata Asep, sejatinya memang tidak melakukan diskriminasi. Meskipun tetap ada pengecualian yang berlaku otomatis seperti pada kendaraan ambulans, pemadam kebakaran, atau pemimpin negara.
 
Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan juga punya pandangan yang sama. Dia bilang Kemenhub berhak merekomendasikan kategori kendaraan mana saja yang tidak terkena kebijakan gage.
 
"Saya sepakat dengan Kemenhub, taksi online sudah punya payung hukum. Harus mendapat perlakuan sebagai transportasi seperti pelat kuning (transportasi umum lainnya) juga," jelasnya.
 
Payung hukum dimaksud, kata Azas, adalah Permenhub Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Aturan Sewa Khusus. "Kalau taksi online tidak dianggap pengecualian dalam aturan ganjil genap ya sama saja tidak menganggap permenhub itu," ujarnya.
 
Azas yang juga Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) menilai taksi online sebagaimana angkutan umum lainnya hadir karena ada kebutuhan. Taksi online turut berkontribusi dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dalam aktivitas sehari-hari di ibu kota.
 
Sebelumnya, Asosiasi Driver Online (ADO) secara resmi melayangkan surat dukungan dan apresiasi kepada Kemenhub yang sedang mengupayakan agar taksi online diizinkan beroperasi dalam zona ganjil genap.
 
"Dengan diizinkannya transportasi berbasis aplikasi beroperasi dalam zona ganjil genap, ratusan ribu pengemudi taksi online tetap dapat menjalankan aktivitasnya dalam mencari nafkah untuk keluarga," tulis salah satu poin dari surat dimaksud.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif