Ilustrasi: Sejumlah anak ditemani orang tuanya bermain wahana bianglala dan komidi putar di Pasar Malam Merdeka, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Ilustrasi: Sejumlah anak ditemani orang tuanya bermain wahana bianglala dan komidi putar di Pasar Malam Merdeka, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Wahana Komidi Putar di Jakarta Fair Kurang Pengawasan

Nasional kecelakaan
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Juni 2019 03:27
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah meninjau wahana komidi putar yang ambruk di arena Jakarta Fair, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kejadian itu dinilai terjadi karena kurangnya pengawasan.
 
"(Kejadian itu) kurang kontrol saja. Tapi kan tidak ada korban jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro saat dihubungi, Rabu 12 Juni 2019.
 
Dia mengaku pihaknya telah mengecek lokasi kejadian. Tidak ada masalah perizinan yang dilanggar. Asiantoro menjelaskan pemilik wahana mengurus izinnya dari Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta. Pengelola wahana berkoordinasi dengan pihak Jakarta Fair.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan berarti kita masa bodoh. Kita tetap memantau, tapi kalau dari segi teknis belum (mengurusi)," ujarnya.
 
Asiantoro mengklaim sejauh ini belum ada kejadian serupa. Apalagi, pengawasan dilakukan oleh pihak Jakarta International Expo (Jiexpo) selaku tempat penyelenggaraan PRJ.
 
Komidi putar ambruk pada Senin, 10 Juni 2019 sekitar pukul 18.30 WIB. Komidi putar yang tiba-tiba roboh saat melaju, empat orang mengalami luka-luka atas insiden ini.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan menyebut empat korban hanya mengalami luka-luka.
 
"Para korban hanya diberikan obat merah dan obat lainnya," kata Harry.
 
Sebelumnya, menurut Harry, wahana komidi putar itu roboh diduga karena ada bagian yang tidak kuat mengangkat muatan penumpang. Penumpang diyakini melebihi kapasitas.
 
"Mengalami kerusakan pada permainan tersebut, akibat tidak kuatnya besi pengangkat beban muatan penumpang," ujar Harry.
 
Harry memerinci para korban, yakni Ita, 41, Nisa, 30, Jumaidi, 30, dan Noval, 12. Ita mengalami luka lecet bagian mata kaki sebelah kanan. Nisa menderita luka memar bagian tangan. Jumaidi mengalami luka lecet pada lutut bagian kiri. Sementara itu, Noval menderita luka bengkak pada tangan kiri.
 
Video robohnya komidi putar di PRJ sempat viral. Seorang pengunjung mengabadikan ambruknya komidi putar dan mengunduhnya ke media sosial.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif