medcom.id, Jakarta: Kondisi di Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak berbeda, Selasa siang, 15 Desember. Padahal biasanya, terminal ini sesak dan semrawut akibat lalu lintas angkutan umum di sekitar terminal.
Pantauan Metrotvnews.com, terminal tampak sepi. Hanya terlihat beberapa Metro Mini yang lalu lalang melintasi terminal. Itu pun, Metro Mini yang punya bodi mulus dan tak berasap pekat, yakni Metro Mini 69 Blok M-Cileduk dan Metro Mini 71 jurusan Blok M-Bintaro.
Hal ini dipicu adanya razia Metro Mini yang digelar Dinas Perhubungan Pemprov DKI. Razia ini membuat sopir Metro Mini khawatir kendaraan, mereka akan dikandangkan.
"Kami sopir-sopir jadi takut ke terminal, kalau mobil dikandangin kita mau makan apa," ujar Hasbi, sopir Metro Mini nomor trayek 74 Blok M-Rempoa, di Terminal Blok M, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hasbi menyebut, rekan-rekan sesama sopir Metro Mini memilih tak mengangkut. Mereka memilih berdiam diri sampai razia selesai digelar. Tapi, Hasbi tak menyebut di mana mobil-mobil milik rekannya itu kini disimpan.
Diketahui, Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta menggelar operasi razia angkutan umum tak laik jalan. Untuk wilayah Jakarta Selatan, terdapat empat titik razia yakni Blok M, Pasar Minggu, Dukuh Atas dan Kalibata. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah.
Operasi ini merupakan dampak dari kecelakaan maut Metro Mini 80 trayek Kota-Kalideres yang menewaskan 16 korban jiwa di perlintasan kereta api Tubagus Angke, Jakarta Barat, 6 Desember lalu.
medcom.id, Jakarta: Kondisi di Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak berbeda, Selasa siang, 15 Desember. Padahal biasanya, terminal ini sesak dan semrawut akibat lalu lintas angkutan umum di sekitar terminal.
Pantauan
Metrotvnews.com, terminal tampak sepi. Hanya terlihat beberapa Metro Mini yang lalu lalang melintasi terminal. Itu pun, Metro Mini yang punya bodi mulus dan tak berasap pekat, yakni Metro Mini 69 Blok M-Cileduk dan Metro Mini 71 jurusan Blok M-Bintaro.
Hal ini dipicu adanya razia Metro Mini yang digelar Dinas Perhubungan Pemprov DKI. Razia ini membuat sopir Metro Mini khawatir kendaraan, mereka akan dikandangkan.
"Kami sopir-sopir jadi takut ke terminal, kalau mobil dikandangin kita mau makan apa," ujar Hasbi, sopir Metro Mini nomor trayek 74 Blok M-Rempoa, di Terminal Blok M,
Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hasbi menyebut, rekan-rekan sesama sopir Metro Mini memilih tak mengangkut. Mereka memilih berdiam diri sampai razia selesai digelar. Tapi, Hasbi tak menyebut di mana mobil-mobil milik rekannya itu kini disimpan.
Diketahui, Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta menggelar operasi razia angkutan umum tak laik jalan. Untuk wilayah Jakarta Selatan, terdapat empat titik razia yakni Blok M, Pasar Minggu, Dukuh Atas dan Kalibata. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah.
Operasi ini merupakan dampak dari kecelakaan maut Metro Mini 80 trayek Kota-Kalideres yang menewaskan 16 korban jiwa di perlintasan kereta api Tubagus Angke, Jakarta Barat, 6 Desember lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)