Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas saat memberikan keterangan kepada pewarta di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Jumat (19/2/2016). MTVN/Wanda Indana.
Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas saat memberikan keterangan kepada pewarta di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, Jumat (19/2/2016). MTVN/Wanda Indana.

Komnas HAM: Warga Kalijodo Jangan Dianggap Musuh

Wanda Indana • 19 Februari 2016 19:17
medcom.id, Jakarta: Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas menggelar pertemuan dengan warga Kalijodo. Hafid mengatakan, kehidupan yang dijalani warga Kalijodo tidaklah buruk, mereka memiliki fasilitas publik yang mendukung.
 
"Pertemuan ini juga ingin menyampaikan ke Pak Ahok , bahwa keadaannya tidak seperti diduga apa yang diberitakan media. Bahwa di sini warga juga kelihatannya baik-baik, dan ada tempat ibadah, ada SD, ada PAUD, jadi mereka juga punya sertifikat tanah, bayar pajak," kata Hafid di Kalijodo, Jakarta Utara, Jumat (19/1/2016).
 
Hafid meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bertemu dengan warga. Setidaknya, kata Hafid, ada dialog antara warga Kalijodo dengan gubernur yang akrab disapa Ahok itu.

"Warga jangan dilihat sebagai musuh dari pemerintah daerah, warga ini harus didengar juga suaranya, aspirasinya. Mereka di sini tadi saat saya ketemu sudah dari tahun 1950, ada yang sudah lahir dan besar di sini. Anaknya sekolah di sini mencari sumber penghidupan di sini," ujar dia.
 
Penggusuran warga Kalijodo sama saja mencabut mata pencaharian warga. Tak hanya mata pencaharian, Hafid juga memikirkan nasib anak-anak yang tengah belajar menghadapi ujian di sekolah.
 
"Coba lihat senyum anak-anak semangat mereka mau belajarnya yang sebentar lagi mau ujian kemudian malam-malam mereka harus digusur, kalau itu terjadi pada diri anda? bagaimana?" tutur Hafid.
 
Jika harus direlokasi, warga Kalijodo harus diberi kesempatan memilih tempat tujuan relokasi. Lokasi relokasi harus memberi kemudahan bagi warga.
 
Dialog memang harus dilakukan dua belah pihak. Sebab, kedua belah pihak belum saling memahami. Hafid berharap Pemprov DKI bisa mendengar suara dan aspirasi warga Kalijodo. Dia khawatir, upaya relokasi warga dapat memicu gesekan.
 
"Kalau terjadi resistensi mereka belum siap untuk pindah dan mau kemana mereka dengan jumlah yang cukup besar ini. Ini kan tidak mudah, manusia harus diperlakukan secara manusia," pungkas Hafid.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan